Layaknya film ayat-ayat cinta..
kisah ini terpatri
dan terukir
dalam suatu naungan langit
yg membentang
diantara surga dan neraka...
krn apa arti keduanya
dibanding cinta tulus 2 anak manusia....
walau penuh salah dan dosa...
tp mrk yakin
Kasih sayang dan RahmatNYA mendahului murkaNYA...
malam itu hujan deras
angin bergemuruh kencang
rumah sakit "rakyat" di pusat kota jakarta
yang murah meriah dan fasilitas seadanya bagi rakyat miskin itu,
sepi
dan aq bs menyelinap dlm ruang perawatan wanita
Knp tidak?
Aq sekolah kriminologi..
Mempelajari bgmn kejahatan dan perilaku menyimpang terjadi..
Serta,
cara-caranya....
Maka ada yg juluki kami
the master of crime...
dan ada yg juluki jurusan kami
the art of crimes and deviants..
Bagaimana kami bs lalui smua hal yg dianggap salah
dg cara membenarkan keadaan...
begitulah legenda ini dimulai
CHAPTER ONE -THE TRUTH
aq menyelinap
ke ruang perawatan wanita VIP
menemui permaisuriku
kekasihku
diam2
yg telah dirawat seminggu...
dan br keluar ICU 2hr lalu
keluarganya yg tertidur di ruang tunggu keluarga
mempercayaiku
menemani buah hatinya
hingga pagi
dr seminggu yg lalu
aq hampiri ranjangnya
belai rambutnya,
"hah...." ujarnya kaget melihatku berada didekatnya.
Duduk di ranjang dalam ruang inap khusus wanita....
Kelas I VIP...
"Spt janjiku...aq akan temani km....."
"tetapi...."
"Ssst...," tukasku sembari menutup bibir indahnya dg telunjuk....
Lampu dimatikan...
Jendela sengaja kubuka tirainya...
Biar bulan ciptaanNYA terangi kami....
"Aku memang gila...."
Dy terdiam...
"maafkan aku...."
Alisnya berkerenyit...
Bertanya-tanya.....
"Soal CTFOR...km...."
dia terdiam...
"Km 2 malam tak sadar..."
dy menatapku..
"Dan aq perkosa km dlm keadaan itu...," ujarku tersendat...
matanya membelalak kaget..
ia berteriak, tp aq genggam mulutnya dg tanganku
menangis tp aq bujuk...
akhirnya kutampar agar ia diam...
jgn sampai keluarganya tahu...
"mengapa," ujarnya tersendat sambil menolak menatapku.
"Agar aq terinfeksi AIDS spt km....."
"Aq ingin mati denganmu...."
tangisnya meledak...
"BODOH! DUNGU! TOLOL! KAMU TUH GILA ..!!!!" sblm s4 ia melanjutkan, sblm sempat ia menarik perhatian suster2 jaga, aq dekap erat tubuhnya...
"sst.... maafkan aku....,"aq menangis smbil dekap tubuhnya erat2..
akhirnya kami menangis berdua.
ia lepaskan dekapanku..
memalingkan mukanya...
menangis....
"km ingat kecelakaan 6 bulan yg lalu?"
"aq menggotongmu"
"menemanimu dlm ambulan"
"mencari darah gol susah utkmu"
"sebulan kemudian km terkapar tiba2 di dekapanku saat qt di kaki gunung gede."
ia terdiam
terdengar sedu sedannya
"dan seminggu kemudian saat aq menjenguk km"
"km menolak menemuiku"
"hingga 3 hari kemudian aq dapati kenyaatan km terinfeksi aids akibat tranfusi darah"
ia menangis.
"dan km suruh aku pergi!!!"
"krn km tau qt tak bs bersama dan km takut akan tularkan itu pdku dan anak kita kelak!!",seruku sedikit keras.
"hingga akhirnya seminggu kemarin aq bs temui kamu!!!"
"dan aq tegaskan ucapanku kala itu"
"aq akan mati bersamamu!!!!!"
tiba2 guntur menggelegar
cahayanya terangi kedua wajah kami
yg sdh tdk memakai topeng lagi
polos
tulus
dan jujur
layaknya manusia saat pertama kali diciptakan di surga..
"aq akan mati 3 hr lg...",ujarnya lemah.
"dan kamu teganya titipkan dosa utkku di liang lahat..," sambungnya smbari menatapku serius meneteskan air mata.
aq terdiam
aq cm makhluk bodoh
yg dibesarkan jalanan
dibuai pengajian dan pesantren
tp jalanan itu yg mendominasi..
"km tau kabar baiknya?," ujarku tersenyum dipaksakan mncoba menghibur dirinya dg cara bodoh.
dy hny menatap lemah..
"3hr saat kamu mati, aq akan mati bersamamu..."
"krn aq positif spt dirimu...."
kami memandang lama
tak tahu hrs berkata apa
kebodohan emosi 2 anak manusia
sementara diluar sana hujan makin deras
kilat menyambar
guntur menggelegar
seakan menunjukkan campuran
kemarahan dan kemurahan Yang Kuasa
atas tindakan bodohku padanya
dia tdk salah
aku yg salah
memberi dosa utknya..
"dan semoga Tuhan mengampuniku....," ujarku tersendat seraya mencium tangannya.....
"kalau perlu, qt panggil penghulu saat qt berdua di liang lahat..."
akhirnya kami tertidur
mengingat budaya timur
dan norma2 yg berlaku di negeri ini
aq tidur di lantai....
terasa sangat lama
dan seakan singkat
anehnya,
saat tersadar,
aq di ruang ICU....
LENGKAP
dengan kabel dan seluruh peralatan
disana
menempel dr dada
pe pinggang....
CHAPTER II - THE DEATH
"Vania mana....," ucapan pertama saatku tersadar.
terlihat bbrp sohibku di depan
erick,
roy,
levy,
........
konon keluargaku sedang menyusul kemari...
aq gak aneh mrk bs bercokol di ranjang ICU ku..
spt yg kubilang diawal
kami anak kriminologi
bs lakukan apapun dg ilmu kami..
"davy, lo dah gak sadar 2 malam....,"ujar erick terenyuh.
roy cm diam.
levy memalingkan muka.
kami berempat berpandangan...
"he3 gw dah seminggu temani vania disini ," candaku mencairkan suasana dg nafas tersengal...
mrk bertiga tersenyum dipaksakan
mungkin krn gak enak
atw mencoba meringankan beban yg ada
entahlah....
"hei mana vania," tukasku seraya bangkit dr ranjang..
dgn tolol erick sodorkan bir kesukaanku..
roy belagak nelp cewekny..
levy sok tersenyum..
"davy...." ujar erick perlahan...
ketiganya terdiam.
"kenapa?," tanyaku penasaran.
"jgn sok anak baik deh he3," sambungku smbl mencb cairkan suasana.
ketiganya terdiam.
entah mengapa
hujan turun lagi
dg halilintar menggelegar..
lebih keras dr sebelumnya....
kilatan cahayanya
menyinari wajah murung mrk bertiga,,,
aq mencium ketidak beresan..
kini jam 10 malam....
"hei!!! ada apa ini!!," seruku gak sabar....
ketiganya berpandangan...
erick menghampiriku..
levy mendekatiku..
roy mengambil air mineral...
"5 menit lalu vania dibawa ke ruang jenazah..."
ujar erick perlahan namun tegas.
spy aq gak shock...
"ARGHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!!!!!!!!"
aq berteriak kencang,.
mencoba bangkit.
melepas smua peralatan ICU..
namun tiada arti
diatahan oleh 3 sahabatku
...
tatkala suster yg menjaga ICU berdatangan..
sayup2 kudengar suara ibuku...
dan pandanganku sangat gelap
teramat gelap.....
....
CHAPTER III - LIANG LAHAT
dg lemas aq tatap jenazah itu..
wajahnya teramat cantik..
putih berseri...
bagaikan pualam sbgmn diutarakan dlm kitab suci...
terdengar suara org membacakan yasin..
mengaji
dan berdoa
utk ratuku
permaisuriku
aq menatap lemah
tak berdaya
terkulai
tdk bs apa-apa...
ia tersenyum...
bagai bayi tertidur...
dgn dosa dan nistaku
padanya...
terlihat ia dimasukkan keranda
digotong keluarganya
dimasukkan ambulan
pintu tertutup
"ia berada dlm perjalanan," batinku...
aq sdh tdk bs menangis,
air mata sdh habis sejak ia terkapar di rs..
"dav,nanti pe kuburan aq call lg ya," tukas levy membuyarkan lamunanku melalui videocall via handphone..
"sabar ya dav,"tambah ryo yg tiba2 memunculkan wajahnya di hp levy...
"takecare my pren,"ujar erick sedih melalui videocall tsb....
"thanks pren," ujarku yg terbaring lemah diinfus...
yup
aq terpaksa hny bs
ikuti pemakaman kekasihku
melalui videocall...
..
sakit..
lemah...
....
saat disudut ICU terlihat keluargaku sdg berunding dg tim medis..
entah apa yg dilakukan....
sahabat2ku kirimkan ft vania sblm kafannya ditutup..
cantik..
bersih..
pure like an angel...
uhh....
dan kini,
sembari menunggu hubungan vodeocall dg mrk,
aq spt
meramalkan
kematianku sendiri....
*bersambung
kisah ini terpatri
dan terukir
dalam suatu naungan langit
yg membentang
diantara surga dan neraka...
krn apa arti keduanya
dibanding cinta tulus 2 anak manusia....
walau penuh salah dan dosa...
tp mrk yakin
Kasih sayang dan RahmatNYA mendahului murkaNYA...
malam itu hujan deras
angin bergemuruh kencang
rumah sakit "rakyat" di pusat kota jakarta
yang murah meriah dan fasilitas seadanya bagi rakyat miskin itu,
sepi
dan aq bs menyelinap dlm ruang perawatan wanita
Knp tidak?
Aq sekolah kriminologi..
Mempelajari bgmn kejahatan dan perilaku menyimpang terjadi..
Serta,
cara-caranya....
Maka ada yg juluki kami
the master of crime...
dan ada yg juluki jurusan kami
the art of crimes and deviants..
Bagaimana kami bs lalui smua hal yg dianggap salah
dg cara membenarkan keadaan...
begitulah legenda ini dimulai
CHAPTER ONE -THE TRUTH
aq menyelinap
ke ruang perawatan wanita VIP
menemui permaisuriku
kekasihku
diam2
yg telah dirawat seminggu...
dan br keluar ICU 2hr lalu
keluarganya yg tertidur di ruang tunggu keluarga
mempercayaiku
menemani buah hatinya
hingga pagi
dr seminggu yg lalu
aq hampiri ranjangnya
belai rambutnya,
"hah...." ujarnya kaget melihatku berada didekatnya.
Duduk di ranjang dalam ruang inap khusus wanita....
Kelas I VIP...
"Spt janjiku...aq akan temani km....."
"tetapi...."
"Ssst...," tukasku sembari menutup bibir indahnya dg telunjuk....
Lampu dimatikan...
Jendela sengaja kubuka tirainya...
Biar bulan ciptaanNYA terangi kami....
"Aku memang gila...."
Dy terdiam...
"maafkan aku...."
Alisnya berkerenyit...
Bertanya-tanya.....
"Soal CTFOR...km...."
dia terdiam...
"Km 2 malam tak sadar..."
dy menatapku..
"Dan aq perkosa km dlm keadaan itu...," ujarku tersendat...
matanya membelalak kaget..
ia berteriak, tp aq genggam mulutnya dg tanganku
menangis tp aq bujuk...
akhirnya kutampar agar ia diam...
jgn sampai keluarganya tahu...
"mengapa," ujarnya tersendat sambil menolak menatapku.
"Agar aq terinfeksi AIDS spt km....."
"Aq ingin mati denganmu...."
tangisnya meledak...
"BODOH! DUNGU! TOLOL! KAMU TUH GILA ..!!!!" sblm s4 ia melanjutkan, sblm sempat ia menarik perhatian suster2 jaga, aq dekap erat tubuhnya...
"sst.... maafkan aku....,"aq menangis smbil dekap tubuhnya erat2..
akhirnya kami menangis berdua.
ia lepaskan dekapanku..
memalingkan mukanya...
menangis....
"km ingat kecelakaan 6 bulan yg lalu?"
"aq menggotongmu"
"menemanimu dlm ambulan"
"mencari darah gol susah utkmu"
"sebulan kemudian km terkapar tiba2 di dekapanku saat qt di kaki gunung gede."
ia terdiam
terdengar sedu sedannya
"dan seminggu kemudian saat aq menjenguk km"
"km menolak menemuiku"
"hingga 3 hari kemudian aq dapati kenyaatan km terinfeksi aids akibat tranfusi darah"
ia menangis.
"dan km suruh aku pergi!!!"
"krn km tau qt tak bs bersama dan km takut akan tularkan itu pdku dan anak kita kelak!!",seruku sedikit keras.
"hingga akhirnya seminggu kemarin aq bs temui kamu!!!"
"dan aq tegaskan ucapanku kala itu"
"aq akan mati bersamamu!!!!!"
tiba2 guntur menggelegar
cahayanya terangi kedua wajah kami
yg sdh tdk memakai topeng lagi
polos
tulus
dan jujur
layaknya manusia saat pertama kali diciptakan di surga..
"aq akan mati 3 hr lg...",ujarnya lemah.
"dan kamu teganya titipkan dosa utkku di liang lahat..," sambungnya smbari menatapku serius meneteskan air mata.
aq terdiam
aq cm makhluk bodoh
yg dibesarkan jalanan
dibuai pengajian dan pesantren
tp jalanan itu yg mendominasi..
"km tau kabar baiknya?," ujarku tersenyum dipaksakan mncoba menghibur dirinya dg cara bodoh.
dy hny menatap lemah..
"3hr saat kamu mati, aq akan mati bersamamu..."
"krn aq positif spt dirimu...."
kami memandang lama
tak tahu hrs berkata apa
kebodohan emosi 2 anak manusia
sementara diluar sana hujan makin deras
kilat menyambar
guntur menggelegar
seakan menunjukkan campuran
kemarahan dan kemurahan Yang Kuasa
atas tindakan bodohku padanya
dia tdk salah
aku yg salah
memberi dosa utknya..
"dan semoga Tuhan mengampuniku....," ujarku tersendat seraya mencium tangannya.....
"kalau perlu, qt panggil penghulu saat qt berdua di liang lahat..."
akhirnya kami tertidur
mengingat budaya timur
dan norma2 yg berlaku di negeri ini
aq tidur di lantai....
terasa sangat lama
dan seakan singkat
anehnya,
saat tersadar,
aq di ruang ICU....
LENGKAP
dengan kabel dan seluruh peralatan
disana
menempel dr dada
pe pinggang....
CHAPTER II - THE DEATH
"Vania mana....," ucapan pertama saatku tersadar.
terlihat bbrp sohibku di depan
erick,
roy,
levy,
........
konon keluargaku sedang menyusul kemari...
aq gak aneh mrk bs bercokol di ranjang ICU ku..
spt yg kubilang diawal
kami anak kriminologi
bs lakukan apapun dg ilmu kami..
"davy, lo dah gak sadar 2 malam....,"ujar erick terenyuh.
roy cm diam.
levy memalingkan muka.
kami berempat berpandangan...
"he3 gw dah seminggu temani vania disini ," candaku mencairkan suasana dg nafas tersengal...
mrk bertiga tersenyum dipaksakan
mungkin krn gak enak
atw mencoba meringankan beban yg ada
entahlah....
"hei mana vania," tukasku seraya bangkit dr ranjang..
dgn tolol erick sodorkan bir kesukaanku..
roy belagak nelp cewekny..
levy sok tersenyum..
"davy...." ujar erick perlahan...
ketiganya terdiam.
"kenapa?," tanyaku penasaran.
"jgn sok anak baik deh he3," sambungku smbl mencb cairkan suasana.
ketiganya terdiam.
entah mengapa
hujan turun lagi
dg halilintar menggelegar..
lebih keras dr sebelumnya....
kilatan cahayanya
menyinari wajah murung mrk bertiga,,,
aq mencium ketidak beresan..
kini jam 10 malam....
"hei!!! ada apa ini!!," seruku gak sabar....
ketiganya berpandangan...
erick menghampiriku..
levy mendekatiku..
roy mengambil air mineral...
"5 menit lalu vania dibawa ke ruang jenazah..."
ujar erick perlahan namun tegas.
spy aq gak shock...
"ARGHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!!!!!!!!"
aq berteriak kencang,.
mencoba bangkit.
melepas smua peralatan ICU..
namun tiada arti
diatahan oleh 3 sahabatku
...
tatkala suster yg menjaga ICU berdatangan..
sayup2 kudengar suara ibuku...
dan pandanganku sangat gelap
teramat gelap.....
....
CHAPTER III - LIANG LAHAT
dg lemas aq tatap jenazah itu..
wajahnya teramat cantik..
putih berseri...
bagaikan pualam sbgmn diutarakan dlm kitab suci...
terdengar suara org membacakan yasin..
mengaji
dan berdoa
utk ratuku
permaisuriku
aq menatap lemah
tak berdaya
terkulai
tdk bs apa-apa...
ia tersenyum...
bagai bayi tertidur...
dgn dosa dan nistaku
padanya...
terlihat ia dimasukkan keranda
digotong keluarganya
dimasukkan ambulan
pintu tertutup
"ia berada dlm perjalanan," batinku...
aq sdh tdk bs menangis,
air mata sdh habis sejak ia terkapar di rs..
"dav,nanti pe kuburan aq call lg ya," tukas levy membuyarkan lamunanku melalui videocall via handphone..
"sabar ya dav,"tambah ryo yg tiba2 memunculkan wajahnya di hp levy...
"takecare my pren,"ujar erick sedih melalui videocall tsb....
"thanks pren," ujarku yg terbaring lemah diinfus...
yup
aq terpaksa hny bs
ikuti pemakaman kekasihku
melalui videocall...
..
sakit..
lemah...
....
saat disudut ICU terlihat keluargaku sdg berunding dg tim medis..
entah apa yg dilakukan....
sahabat2ku kirimkan ft vania sblm kafannya ditutup..
cantik..
bersih..
pure like an angel...
uhh....
dan kini,
sembari menunggu hubungan vodeocall dg mrk,
aq spt
meramalkan
kematianku sendiri....
*bersambung
No comments:
Post a Comment