Saturday, 12 December 2015

BUKAN CERITA NEGERI DONGENG

BUKAN CERITA NEGERI DONGENG
Nun jauh disana, terdapatlah seorang pemuda yang baik budi pekertinya, berhati mulia, sopan pada orang tua, santun pada gadis-gadis perawan, ramah, suka menolong, patuh pada orang tua, mengkoleksi poster, komik, gambar temple, dan pelem bokep lokal maupun interlokal, serta bermuka mesum seperti pemaen pelem bokep jepang yg judul pelemnya “stop time and f**k”.
Pemuda tersebut sebatang kara, sejak kecil diasuh oleh seorang janda muda berukuran dada 36d, mulus kulitnya, panjang rambutnya sebahu, yang merangkap sebagai germo di lokalisasi bilangan wilayah ujung ibu kota di tengah-tengah daerah terpencil yang tidak ada di peta apalagi di gps.
 Syahdan, pemuda berhati mulia tersebut diiringi doa ibu angkatnya yang baru keramas dan sumpah serapah wanita-wanita muda asuhan ibu angkatnya karena mergokin dirinya intip mereka mandi, merantau ke ibukota tempat dimana pertarungan pahala dan dosa bersemayam.
Sembari mengikat rambut gondrongnya yang sepanjang leher (pendek banget*) matanya menatap serius, membaca situasi sekitar terminal yg beberapa menit lalu ia datangi, ia melangkah pasti, tanpa ragu-ragu, ke kamar mandi umum tempat dimana wanita-wanita mandi.
Disana ia menemui seorang tua bijak yang mengetahui dengan pasti desa dimana wanita-wanita masih mandi di kali. Sosok bijak tersebut ternyata juga mengetahui alamat situs-situs bokep yang diblokir pemerintah dan cara mengakalinya. Bahkan, sosok tua yang bijaksana dan alim tersebut juga menyimpan nomor hape para bintang bokep mancanegara serta semua dancer di bumi pertiwi.
Setelah mendapat petuah dari org tua bijak tersebut yang belakangan diketahui merupakan langganan dokter ahli penyakit kelamin terkenal, pemuda berhati emas tersebut melangkahkan kakinya menuju tempat dmana semua wanita mandi di kali.
Sembari menumpang truk, dilanjutkan menumpang delman, disambung dengan bayar ongkos angkot 2 rebu diiringi sumpah serapah supirnya, pemuda yang akhlaknya baik tersebut tiba di tempat tujuannya.

*ceritanya, bersambung (ini baru episode pertama dari 1000 episode yg direncanakan terbit sebulan sekali, artinya 1000 bulan kemudian baru tamat)

DANGEROUS PERSONALITIES PART 3

The Paranoid Personality Dogmatis, Argumentatif, Rentan untuk Membenci. Manusia normal dapat melakukan penyesuaian dan menerima ide...