KSATRIA
DAN WANITA(DARK"kucing garong" KNIGHT-THE BEGINNING) – PART I
SATU
Nun jauh disana, di jaman
dahulu kala tatkala seluruh kepulauan Nusantara masih berdekatan. Yang sangat
memudahkan seluruh pedagang dan pengusaha sembako dsb. Sehingga bila dari Jawa
ke Sumatera cukup nyebrang naik getek,5 menit serta dari salah satu pulau ke
pulau lainnya terkadang cukup loncat atau berenang 3 menit, terdapatlah tiga
pendekar sakti yang sangat disegani di dunia nyata dan alam gaib. Yaitu
pendekar kucing garong, pendekar stress, dan pendekar nyamuk. Mereka hidup di
jaman pemerintahan kuat dan perkasa di masa itu, yaitu Kerajaan Kekaisaran
Kesultanan Negara Republik Tang Ting Tung.
Ketiga satria itu berwajah
ganteng rupawan bagaikan don juan dan cassanova di masanya. Pendekar kucing
garong berambut panjang seperti anak metal dengan paras seperti malih tong
tong, pendekar stress memiliki rambut Mohawk dengan wajah seperti bolot, dan
pendekar nyamuk memiliki rambut rapi dengan postur seperti mat solar pemain
pelem bajaj bajuri (wajah dan tubuhnya). Segala kejahatan di masa itu sangatlah
minim, hingga timbul anggapan saat ketiga satria itu berjalan dari jarak 1km
saja seluruh bandit dan garong sudah lari tunggang langgang.
Kenyataan ini membuat
dedengkot mafia masa itu, pendekar keong racun, jengkel bukan kepalang,
menggeleng-geleng selalu kian kemari seperti ular naga yang panjangnya bukan
kepalang. Sambil menyisir kepala botaknya, pendekar keong racun yang wajahnya
mirip gayus teramat geram dan mengenakan baju mirip baju gamis warna hitam
dengan gambar tengkorak kelinci di belakangnya. Sembari ngupil, ia bergegas
panggil ajudannya, pendekar undur-undur.
“DURR..!!!!!,” teriaknya sambil menatap
dirinya yang lagi narsis di depan panci.
“Siappp boosssss!!!!!!,” seru pendekar
undur-undur yang mengenakan baju seperti pendekar pelem kungfu warna item
bergambar tengkorak bekicot, yang karena kesaktiannya, dalam sekejap sudah di
belakang pendekar keong racun, sehingga membuat dirinya kaget saat menoleh ke
belakang.
“Dur, laen kali jangan ngagetin gitu,”
ujarnya sambil megang dada kiri sembari tetap ngupil.
“Maaf bos, maklum hamba baru latihan jurus
sakti,” jawab pendekar undur-undur yang berambut kribo dengan wajah mirip sutan
seorang wakil rakyat di Negara antah berantah sambil bersimpuh dan garuk-garuk
keteknya.
“Fenomena ini harus dihentikan, jangan sampai
bisnis kita terganggu, u harap segera bereskan ketiga makhluk ini,” ujar
pendekar keong racun sambil ngasih wajah pendekar kucing garong, pendekar
stress, dan pendekar nyamuk yang dipahat dalam batu. Maklum jaman dulu lum ada
poto atau kamera.
“ Wow ganteng juga bo’ ,” cetus pendekar
undur-undur bergaya balon (banci salon) sambil mengibaskan tangan kirinya.
“Hush!!! Yey jangan aneh-aneh gitu ah!!!,”
sahut pendekar keong racun sambil mengangkat tangan kanannya dengan gemulai.
Keduanya lalu ketawa cekikikan seperti
makhluk-makhluk ajaib di taman lawang.
………
DUA
Di
tempat lain, yang jaraknya sekitar 1000.000 langkah semut, ketiga satria
pembela kebenaran sedang melepas lelah sembari melakukan ritual dan latihan
serius untuk meningkatkan kesaktian jurusnya masing-masing. Pendekar kucing
garong yang mengenakan kaos singlet bergambar tengkorak kupu-kupu dan bercelana
mirip celana jins tak henti menatap setiap wanita cantik yang lewat sambil
mulutnya nganga dan air liurnya keluar, pendekar stress yang mengenakan baju
kayak pendekar pelem kungfu berwarna kuning dan celana pink dengan gambar
tengkorak kodok, memejamkan mata sambil mulutnya komat-kamit menghapalkan teks
lagu ceribel di tangan kanannya, dan pendekar nyamuk yang memakai baju mirip
baju koko warna ungu bergambar tengkorak kecoak dengan celana warna kuning,
lagi asik nangkepin nyamuk-nyamuk yang mengitarinya untuk kemudian dilahapnya.
Beberapa
langkah belalang dari mereka (deket banget yak?:p), terlihat pendekar undur-undur
dan seorang wanita cantik dengan wajah dan body mirip miyabi mengamatinya dari
balik tembok setinggi 10 cm.
“Miyaba, kamu lihat mereka?? Perintah bos
besar, mereka jangan sampai mendekati kastil alias markas besar kita,” ujar
pendekar undur-undur pelan ke Miyaba.
“Iya gan,” jawab miyaba kalem yang mengenakan
baju pendekar kayak pelem kungfu berwarna hitam dengan motif bekicot.
“Apapun caranya, kamu harus dapatkan rahasia
ilmu mereka.”
“Siap gan.”
“kalau bisa bajak pesbuk mereka.”
“Oke gan.”
“:Lalu mereka harus kita apakan?”
“Dipites aja gan.”
Pendekar undur-undur Nampak tidak puas dengan
jawaban singkat miyaba tsb, hingga akhirnya ia menengok dan kaget bukan
kepalang menggeleng-geleng selalu kian kemari, menyaksikan miyaba lg asik nyari
kutu di rambutnya untuk kemudian dipites dengan tangan maupun giginya.
…..beberapa menit kemudian…..
“Jadi kamu paham?!!!” ujar pendekar
undur-undur tegas setelah jitak pala miyaba.
“iya gan, duh,” jawab miyaba yang ternyata
selain cantik dan sakti namun agak o’on, sambil megang-megang kepalanya yang
habis dijitak.
“Ya sudah, sekarang kamu kesana. Jalankan
misi ini, ingat kami tidak bertanggung jawab bila kamu ketahuan,” seru pendekar
undur-undur niruin jargon pelem mission impossible sembari mendorong miyaba
kearah 3 satria sakti tsb.
Dalam sekejap, miayab tepat
berada di depan tiga pendekar sakti sebagaimana dikemukakan di bagian
sebelumnya (jiahh kayak bikin tesis:p). dengan gerak lambat, ia mengibaskan
rambutnya, menatap pendekar kucing garong, pendekar stress, dan pendekar
nyamuk… kehadirannya langsung
mendapatkan respon berbeda…masih dalam gerak lambat, pendekar kucing garong
menatapnya dan tersenyum mulutnya tambah nganga, air liurnya menetes banyak
banget… Pendekar stress Cuma memicingkan mata sambil tangan kanannya
garuk-garuk jidatnya, dan pendekar nyamuk mengedipkan mata serta tersenyum
mesum, sembari tangannya mengarahkan jarinya ke kuping untuk ngorek kuping…
Menghindari kecanggungan
itu, pendekar stress segera melesat ke udara setinggi dua tombak, untuk kemudian
terjatuh kembali, karena dia lupa mereka sedang berteduh di bawah penginapan
dengan atap kayu jati…. Lalu sambil memegang-megang kepalanya pendekar stress
mendekati miyaba…
“Hi im stress..where u from?? ASL pls?”
ujarnya dengan kalimat kayak chatting.
“Aq miyaba,” jawab miyaba tersenyum menggoda
sembari mengulurkan tangan kanannya.
“Miyaba yang dekat ababa steak??” teriak
pendekar stress girang.
“iya, kok tahu??”
“Yang deket toko kelontong babah liem??”
“Bener banget,ih kamu pinter deh..”
“Waaaaaaa…yang deket sate bang udin ya???”
“Iya.”
“Oh gmana kabar anaknya die, si fatime?
Katanya kemarin jadi tkw???” ujar pendekar stress sambil mengajak miyaba
nongkrong deket empang dan memesan sate kikil dua tusuk.
“Iya katanya jadi tkw, namun gagal karena
TOEFL-nya masih kurang.”, sahut miyaba sambil tangannya kembali mencari kutu di
rambutnya..
Lalu keduanya terlibat percakapan yang asik
tanpa arah pendekar yg stress dengan
pendekar yg o’on, membicarakan fatime yang sebenarnya tidak kenal dengan mereka
berdua..
Menatap fenomena diatas, pendekar kucing
garong dan pendekar nyamuk saling berpandangan, bengong bukan kepalang, lantas
keduanya menggerakkan tangan untuk mempersiapkan jurus menghajar pendekar
stress….
*continue
:p