Akhirnyaaaaa...
Itu yang pertama kali terucap kala memasuki ruangan kementerian hukum dan ham. Menanti panitianya beberapa saat (krn dateng kepagian:p) duduk dekat banner bertuliskan pendidikan khusus profesi advokat. Sedikit nyesel kenapa baru ikut sekarang? Kok gak dari dulu? Tapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, bener gak he3.
Usia pesertanya beragam, ada yang baru lulus, dah bekerja, sebaya saya maupun yang lebih tua. Kurang ;ebih yang lebih tua usianya berkisar 40-50an. Seandainya sy baru lulus, tentu sy akan ikuti pendidikan ini. Namun dimasa lalu, belum ada, dulu adanya ujian pengacara praktik. Semenjak ditetapkannya UU Advokat, siapapun yang ingin ujian advokat harus mengikuti pendidikan ini. Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA). Jadi tidak penting berapa usia anda, anda harus ikuti pendidikan ini untuk menjadi advokat. Itulah pendidikan, tidak mengenal usia. Sebagaimana perintah Rasulullah SAW tuntutlah ilmu sampai negeri cina, sampai liang lahat.
Tidak berapa lama kami antri menyerahkan berkas, mendapatkan materi dan saya duduk dengan manis di bangku paling belakang tengah2. Supaya bisa nyender n selonjoran hi3.
Sekitar 30 menit kemudian, beberapa anak muda pengelola pendidikan masuk dan memperkenalkan diri.. Ternyata mereka bukan orang sembarangan. Mereka semua memiliki kartu advokat dan penyelenggara pendidikan resmi dari peradi, serta beberapa diantaranya anggota pengurus peradi yang menangani bagian pendidikan. Dalam hati sempat berfikir, wah seru juga niy bikin usaha pendidikan hukum resmi seperti ini (sambil kalkulasi biaya dikali jumlah peserta he3:p).
Setelah proses diatas termasuk penjelasan secukupnya, mulailah sesi pertama. Seorang setengah baya yang simpatik dan lucu. Seorang advokat senior dan pengurus peradi juga. Membahas tentang seluk beluk advokat dengan gaya sumatera nya yang khas, bapak Dr H. fauzie Yusuf Hasibuan, SH, MH, Setelah break 15 menit (makan snack n ngeteh) dilanjutkan sesi berikut masih pengajar yang sama. Setelah ishoma (waktu dzuhur), dilanjutkan oleh seorang advokat simpatik senior bernama bapak Hasanudin Nasution. setelah 2 jam, break lagi (ngeteh, snack n ashar) lanjut sesi terakhir oleh ibu Basani Situmorang, SH, MHum, tenaga ahli komisi VII DPR-RI Bidang tenaga kerja. Mereka mengajar dengan seru dalam arti dicampur joke agar peserta tidka ngantuk. Dua pengajar dah ngeledek saya yg ambil tempat duduk di bagian paling belakang, tengah (depan jalan, jd kosong maka sy bs selonjoran) hi3:p
Oya, karena ambil kelas sabtu, pendidikan ini berlangsung dari jam 8 pagi hingga jam 5 sore. Selama 7 kali pertemuan.
Walau lelah dan capek serta ngantuk (berangkat jam 6pagi, namun sabtu besok jam 6.30 aja ah berangkatnya:p), tapi saya PUAS sekali. Sangat PUAS dan OPITMIS serta menambah SEMANGAT baru utk hari yg lebih baik dan bermakna kelak...Banyak ilmu yang didapat, ilmu yang tidak ada dalam buku ajar manapun he3.
Semoga ini jalan terbaik yang diridhaiNYA...
masih 6 pertemuan (6sabtu lagi*)
masih 6 pertemuan (6sabtu lagi*)
doakan saya pren
agar bisa ikuti semua dan
lulus ujian Advokat
menjadi manusia yg lebih baik
dan bermanfaat
Amien......
No comments:
Post a Comment