Saturday, 20 July 2013
Saturday, 2 March 2013
KEDAULATAN KENTUT *SAKS:satire atas kehidupan sosial
Tersebutlah suatu masa disaat kentut berdaulat dalam suatu kerajaan penuh kentut. Kentut adalah fenomena mistik dari kehidupan, karena kehadirannya tidak terlihat tetapi terasa. Dalam situs tololpedia, kentut memiliki rumus kimia K3N7U7.
Pada situs yang sama ditambahkan bahwa terdapat beberapa aliran dalam kentut yaitu:
Aliran keras,
Intinya suara kentut terdengar sangat keras dan tanpa tedeng
aling-aling. Mereka berpendapat bahwa kentut haruslah disampaikan secara
nyata, tidak boleh sembunyi-sembunyi. Namun aliran keras ini terpecah
belah menjadi beberapa kelompok yang masing2 ngotot dengan pendapatnya
dan merasa paling benar, seperti "aliran keras dan lama", "keras namun
sebentar", "keras dan bau", ada juga aliran sempalan lainnya.
Aliran sunyi alias diam-diam
Intinya mereka berpendapat bahwa kentut merupakan masalah "privat"
yang merupakan rahasia, sehingga harus dinyatakan dalam kesunyian.
Aliran sunyi ini juga tak luput dari perpecahan, yang paling seru adalah
antara kelompok "sunyi tapi bau", dan "sunyi tapi lama". Mereka
berselisih pendapat, mana yg lebih diutamakan "lamanya" atau "baunya".
Pendapat aliran sunyi ditentang keras oleh aliran keras dengan
menganggapnya sebagai "munafik", namun aliran keras juga dianggap
terlalu "vulgar" dan kurang "memiliki citra rasa" dalam berkentut.
Akhirnya, perdebatan kedua kelompok diakhiri dengan demonstasi dari
jagoan kentut dari kedua aliran. Sayangnya, penilaian tidak berlangsung
dengan baik akibat semua penonton pingsan, mengakui kehebatan kedua
aliran tersebut...
Aliran sesat
Nah,
ini dia aliran kentut yang tidak peduli dengan segala kaidah-kaidah
yang ada. Pengikut aliran ini, biasanya kentutnya menyimpang dari orang
normal, misalnya kentut melalui hidung, melalui puser, mulut, bibir,
bahkan Malah ada juga pengikut aliran ini yang ngomong biasa pun diiringi kentut..
Berdasarkan uraian singkat diatas, terlihat betapa kentut berupaya menguasai dunia melalui pemilik/ pelakunya. Dalam suatu masa ketika kentut mencapai kedaulatan penuh, semua sendi2 kehidupan sosial akan berantakan, masyarakat akan mengalami social disorder. Saat petaka itu terjadi, mulailah kentut menguasai segala bidang kehidupan.
Dalam kedaulatannya, kentut akan menjadi mata pelajaran wajib dari tingkat tk sampai tingkat doktoral. Mata pelajarannya seperti: pendidikan dasar kentut, pengantar ilmu kentut, asas-asas ilmu kentut, teori kentut, pendidikan ilmu kentut, metode penelitian kentut, hingga kitab undang undang kentut.
Dunia akademik juga tidak luput dari cengkeraman kentut. Pada masa tersebut akan muncul fakultas ilmu kentut, teknik kentutmatika, fakultas ilmu komunikasi kentut internasional, fakultas ilmu politik internasional kentut, fakultas teknik kentut informatika, fakultas teknik kentut, hingga fakultas hukum kejahatan kentut. Serta di bidang seni seperti akademi seni kentut, institut seni kentut, dsb. Kesemuanya itu akan menghasilkan ahli2 kentut bertaraf internasional dengan gelar sarjana ilmu kentut (S.Tuth), magister ilmu kentut (M.Tudh), dan doctor kentut.
Politik juga tak luput dari genggamannya, dimana dunia politik akan didominasi oleh ahli2 pakar kentut, ahli kentut negara, hingga ahli telekentutmatika. Kesemuanya itu didukung oleh partai2 politik kentut spt, partai nasional kentut, partai kentut keren, partai kentut merdeka, dsb. Dunia hiburan juga setali tiga uang, ada acara kentut idol, factor kentut, audisi kentut dsb. Juga televisi akan didominasi oleh stasiun kentut yg mengutamakan kentut kelompok masing-masing.
Saking berbahayanya, kentut akan membuat tindak pidana korupsi menjadi tiada arti.
Sebagai penutup, sebelum kentut menguasai dunia, mari kita saling menjaga kentut kita satu sama lainnya. Agar kentut tersebut berguna demi dunia, dan menciptakan perdamaian darinya. Karena kentut tidak tahu apa-apa, bukan salahnya ia terciptakan tidak berwujud tetapi terasa. Jangan salahkan kentut, salahkan pelakunya. Oleh karena itu mari kita kentut dengan baik dan benar sesuai norma dan etika kentut internasional yang telah diratifikasi oleh alam nyata dan gaib. Jangan biarkan kentut memecah belah keharmonisan kelompok, jangan mengutamakan kentut kelompok masing2, utamakanlah kepentingan kentut umum, jangan biarkan kentut berdaulat. Ikuti dan patuhilah kode etik kentut internasional agar kita tetap berada di jalan yang benar. Merdeka. Duttttt.......................
Monday, 22 October 2012
DALAM TEMARAM SURGA
Dalam temaramnya cahaya surga hamba datang memenuhi panggilanMU..
Panggilan yg dulu tidak pernah didengarkan seksama..
Dalam meredupnya relung kebenaran hamba datang memenuhi panggilanMU..
Panggilan yg dulu tiada pernah diperhatikan dg nur di dada..
Diantara suramnya cahaya kecil di ujung sana, hamba datang memenuhi panggilanMU..
Panggilan yg dulu cm sekedar didengarkan tanpa dihampiri...
Di sela-sela titik kecil cahaya surya hamba datang memenuhi panggilanMU..
Panggilan yg dulu cuma utk membuat terbangun dr lelapnya tidur utk kemudian tertidur kembali..
Dalam temarannya cahaya surga,
seluruh malaikatMU berdoa.
semua balatentaraMU di langit dan di bumi tafakur,
segala yang bertasbih menunduk,
mengiringi
hamba yang merangkak
penuh luka, darah dan air mata
memenuhi panggilanMU..
salah 1 panggilanMU
yaitu untuk menunaikan shalat..
Panggilan yg dulu tidak pernah didengarkan seksama..
Dalam meredupnya relung kebenaran hamba datang memenuhi panggilanMU..
Panggilan yg dulu tiada pernah diperhatikan dg nur di dada..
Diantara suramnya cahaya kecil di ujung sana, hamba datang memenuhi panggilanMU..
Panggilan yg dulu cm sekedar didengarkan tanpa dihampiri...
Di sela-sela titik kecil cahaya surya hamba datang memenuhi panggilanMU..
Panggilan yg dulu cuma utk membuat terbangun dr lelapnya tidur utk kemudian tertidur kembali..
Dalam temarannya cahaya surga,
seluruh malaikatMU berdoa.
semua balatentaraMU di langit dan di bumi tafakur,
segala yang bertasbih menunduk,
mengiringi
hamba yang merangkak
penuh luka, darah dan air mata
memenuhi panggilanMU..
salah 1 panggilanMU
yaitu untuk menunaikan shalat..
Thursday, 20 September 2012
KITAB SUCI KUCING GARONG
Nun jauh disana, beratus-ratus tahun sebelum masehi, tersebutlah sebuah kisah dan legenda tetntang dua pendekar sakti......Soal pendekar sakti gak masalah, tp ini mereka adalah 2 pendekar sakti yang menguasai ilmu dari Kitab Suci Kucing Garong...dan saat mendung menggelayut, mereka saling berhadap-hadapan dengan seorang putri cantik di tengah dari kerajaan antah berantah.......
Pendekar pertama yang bergelar Ki Kucing(krn selalu ada kucing kemanapun dia pergi), berteriak lantang:
" wahai ki garong,....kamu yakin qt hrs bertempur di senja ini?????", ujarnya sambil menyibak rambut gondrongnya yg panjang kayak personil metallica kirk hammet.
lawannya yg bergelar ki Garong, krn terkenal berhasil merampok smua bangsa asing berujar:
"so what? Masalah buat lo???????." ketusnya smbil megang2 jenggotnya yg panjang pe tanah...
Akhirnya mereka bertarung...
Keras,,,
Berat..
Dgn mengeluarkan seluruh ilmu kesaktiannya.....
Sedangkan sang putri yg diperebutkan, cuma belenga belengo aja kayak capung....
Singkat kata (karena kalo diuraikan bakal habis ni halaman pebuk) ki kucing memenangkan pertempuran dan berhasil merangkul si putri, sembari memegang Kitab Suci Kucing Garong ia bersabda
"AKU AKAN BUANG KITAB INI, KRN AKAN BERBAHAYA BAGI ANAK CUCU KITA NANTI!!!"
LALU KI GARONG menimpali:
"Aku kutuk bahwa tiap 500 tahun sekali, kitab itu akan muncul dan kembali ditemukan anak cucu kita kelak!!!" ujarnya smbil terbatuk-batuk liat poster miyabi...
dan ki kucing cuma nyantai, pergi merangkul sang puteri yg kebetulan mukanya mirip miyabi....
Akhirnya Ki Garong wafat, Ki Kucing membuang kitab itu ke sungai setelah membungkusnya dgn peti besi.......
LIMA RATUS TAHUN KEMUDIAN
Di tahun 500 M, sebuah kapal asing berlayar ke Nusantara....untuk berdagang rempah-rempah......seorang awak kapalnya menemukan kitab tsb....lalu membaca dan mempelajarinya. akhirnya seluruh armada perdagangan itu hancur lebur tak tersisa.....akibat si awak salah baca mantera.....
SERIBU LIMA RATUS TAHUN KEMUDIAN
AWAK kapal portugis menemukan kitab tersebut, lalu setelah berhasil memperistri 50 wanita nusantara, kitab tsb hilang kembali....ia hidup tennag dgn keturunannya pe mati .(kini keturunannya terkenal di tugu kemayoran, istilag orkes keroncong tugu,keroncong itu adalah musik dr bangsa portugis)
TAHUN 2012
Seorang anak betawi aseli bernama jon otong iseng2 mancing tutut (istilah keong sawah yg kini jd makanan) di sawah kong sabeni, tiba2 kailnya nyangkut di sebuah buku......buku tebal berwarna emas bertajuk KITAB SUCI KUCING GARONG...
jon otong terkejut:
"EH BUJUG MO MANCING TUTUT MALAH DAPET BUKU GILE BANGET YAKKKKKK!!!" teriaknya sambil mencopot tu buku..
"Jiahhhh ya udah lu bw aja ke rumah utk dibaca atw paling banter dikiloin besok," timpal mamat dgn santai sambil ngupil.
"EH TONG, kalo lu gak mao ya udah tu buku buat gua yak? lumayan buat ganjel meja makan!!" teriak kong somad smbl lempar alat pancingnya ke empang....
Akhirnya setelah berfikir panjang pe ratusan meter otong bertekad MEMBAWA buku tersebut....\
ia pulang ke rumah.....
malem2 tatkala emaknya teriak:
"TONG JGN LUPA TUTUP PINTU MA MASUKIN AYAM!!!!"
"IYA NYAKKKKK""
otong melaksanakan perintah ibundanya maklum dy anak yatim, dia anak pertama dr 10 bersaudara, dan 9 adik2nya pd kerja di negeri seberang bernama malaysia.....lalu ia kembali ke kamar menatap buku yg ditemukannya td di empang
Ia usap dan bersihkan sampulnya...
Terlihat jelas judl buku kusam tersebut
"KITAB SUCI KUCING GARONG" dgn sedikit kilauan emas di atasnya akibat sinaran lampu templok kamar si otong
otong tercengang.....
tatkala ia buka halaman pertama............
petir menggelegar dgn tiba2
krn itu buku suci dan kudus
yg telah dikutuk ribuan tahun]
buku berisi ilmu kesaktian dan kanuragan yg mandraguna
bukan mandra yg sinetron si doel
buku tsb
adalah artefak suci
yg tdk bs dibuka sembarang orang
tp si jon otong
berhasil membukanya
tatkala membuka halaman kedua hujan lgsg turun deras.......
petir makin menyambar-nymbar......
Akhirnya setelah memberanikan diri,
diiringi petir yg menyambar2 dan ujan deras yg turun tiba2
jon otong lgsg bc halaman kedua
kenapa??
krn halaman pertama isinya ucapan terimakasi ke a sampe z....
dibukalah halaman kedua dgn diiringi petir yg menyambar-nyambar
dan gak tau tiba2 kucing si otong lgsg ngumpet di kolong kasur...
Taklimat baris pertama halaman kedua:
"wanita adalah keindahan....sentuh keindahannya maka ia menjadi milikmu.."
itulah jurus PERTAMA..
dari Kitab Suci Kucing Garong.....
otong garuk2 kepala
gak sengaja ie nemuin kutu
langsung digigit....
Taklimat baris kedua:
"Jgn pernah memaksakan wanita apapun kecuali terpaksa.."
otong kembali garuk2 kepala
kali ini dia nemu ketombe bukan kutu...
tatkala ia mo menbuka halaman ketiga
PETIR MAKIN MENGGELEGAR
kucingnya si otong makin ngumpet di kasur
hujan makin deras.....
dlm kilatan petir
otong buka halaman ketiga
berkeringat dingin
krn itu adalah kitab suci para kucing garong
Taklimat baris pertama halaman ketiga yg berisi gambar2 jurus menyatakan:
tarik nafas sambil berlatih, bacalah mantera ini:
" a-i-u-e-o, ba-bi-bu -be-bo, meong"
lalu hembuskan ke wanita pujaan anda
dan ia akan menjadi milik anda untuk SESAAT...
otong kaget????
"KOK UTK SESAAT???"ujarnya dlm hati binun
lalu ia baca paragraf berikut
"untuk sesaat krn kalo mo diterusin itu terserah anda"
makin bingung si otong baca taklimat kedua halaman tiga:
"Bila jurus diatas gagal jgn kawatir, toh toh ditolak itu blm tentu diterima"
dgn bingung otong tirukan jurus2 dan mantera diatas, tatkala ia mengucapkan mantera tba2 fatime jande singapur yg ky lagu psp ngetok pintu n masuk.....
"permissi buuu???? eh tong ibu ada gak......eh......"
fatime kena pengaruh mantera otong....
Ia jd ganjen deketin otong smbl senyum2
otong jd panik!!!!!!!!11
langsung buka daftar isi
nyari bab batalin mantera!!!!!!!!!!!!!
krn fatime bahaye
dah 5tth jd jande
bs abis dengkulnya otong
*BERSAMBUNG :P
Monday, 17 September 2012
CYBERSEX DI SEKITAR ANAK (ABG) ANDA
Permissiveness wirhout affection, alias hubungan seks yang disenangi tanpa ikatan pertunangan, cinta, atau kasih sayang (Nitibaskara: 1999). Itulah yang pertama kali terlintas dalam benak saya tatkala mendapati kenyataan perilaku cyber sex yang dilakukan para remaja. Bila mereka telah dewasa maupun sudah bekerja tentu tidak menjadi masalah. Tetapi perilaku ini dilakukan oleh mereka yang masih sekolah atau kuliah. Dengan kata lain, masih dibawah perwalian atau hidup sama orang tuanya,
Kenyataan ini ditemui tatkala saya iseng-iseng menyambangi suatu situs chatt sebutlah namanya x. Suatu situs yang terdiri dari kelas umum (general), deaf (untuk kaum tuna rungu) dan dewasa (18+). Mulailah saya lakukan penelitian secara observasi partisipan yaitu terlibat langsung dengan kata lain menjadi bagian dari mereka.
Aturan main disini supaya aman, jangan sekali-sekali mempertontonkan wajah anda karena selalu ada tangan jahil yang akan "merekam" untuk kemudian "me-relay" nya. Kebanyakan wanita anak-anak usia sekolah yang masih lugu, yang pertama kali bermain selalu mempertontonkan wajahnya. Hingga suatu malam saya telah melihat sebut saja si Az show (istilah untuk wanita yang bugil), esoknya saya temui adegan yang sama.
Dalam suatu room 18+, saya temui banyak wanita usia sekolah hingga kuliah (kalau usia kerja dan dewasa tidak saya perhatikan karena tidak sesuai dengan misi penelitian ini), tidak sungkan-sungkan berpose menantang di depan webcam nya. Dari yang mengenakan pakaian seksi, baju dalam hingga -maaf- tanpa sehelai benangpun tetapi ditutupi selimut atau bantal yang membuat penasaran. Dan modusnya bila kita penasaran, mereka akan kirimkan nomor rekening, namun untuk memastikan mereka wanita asli atau cowok yang memakai id dan video cewek,kita harus minta nomor hape nya. Bila nomor hape nya benar, barulah bisa ditranfer entah itu uang kos, uang jajan, uang pulsa dsb, mereka akan "show" untuk kita.
Meminta nomor hape adalah untuk meyakinkan bahwa mereka adalah asli bukan id palsu yang digunakan cowok, bila anda bokek, anda cukup tranfer pulsa untuknya. Bagaimana bila mereka bohong? Anda cukup kemukakan di beberapa room bahwa id sekian telah menipu dsb. Bila anda telah berhasil meyakinkan mereka, dan mereka percaya pada anda, mereka akan menjadi "budak seks" anda selama anda menginginkannya, tentu selama tranfer berjalan. dan, mereka anak smu hingga mahasiswi.
Pada suatu wawancara dengan sebut saja namanya Lr, setelah meyakinkan dirinya, mengirim pulsa, hingga membantu membayar kostnya (ini terjadi beberapa bulan lalu), ia adalah mahasiswa Univ di kota S, jurusan E semester 5. Saya langsung cek konsep pendidikan universitas seperti sks dsb, dan dia bs menjawabnya. jawabannya singkat untuk nambah uang jajan. Atau saat dengan Bl, dia tidak saya kirim apapun namun selalu siap membantu penelitian singkat ini. Alasan si Bl singkat, karena dia suka dengan dasar ketertarikan fisik semata dengan lawan chattingnya. Dia tidak butuh uang,karena dia anak orang kaya. Lain lagi pengalaman dengan Yn, seorang mahasiswa univ B, semester akhir, dia melakukan secara profesional. Dia berikan nomor telepon untuk dicek, dan nomor rekening, setelah ditranfer barulah dia siap melayani anda.
Selain modus prostitusi cyber diatas, adalagi modus lain. Sebagaimana wawancara saya dengan Lr, ia sellau siap show di salah satu room situs tersebut karena dia dibayar oleh "owner room". Jadi, setelah jumlah user di room mencapai lebih dari 200, ia akan bugil dan lakukan apa yang diminta. Maka, latar belakang mereka selain ekonomi adalah "just for fun". Yang menarik, pada pelajar atau mahasiswi yang just for fun ini, mereka tidak akan menampilkan wajahnya selain -maaf-tubuh telanjangnya saja pada anda. Kecuali anda sudah mereka percaya, atau anda pernah membantu mereka dan mereka yakin anda tidak akan merekam aksinya, barulah anda akan lihat suatu pertunjukan "live sex" (tentu self service) terbaiknya.
Selain modus dengan "self service" diatas, ada juga pasangan pelajar dan mahasiswi yang berani mempertontonkan hubungan intimnya pada anda. Yang saya temui pasangan Rn dan Tt. Dan saya tidak mengeluarkan biaya sedikitpun, karena mereka lakukan di suatu room 18+ atas dasar "have fun". Suatu perilaku exhibisionisme. Selain itu ada juga pasangan yang hanya akan mempertontonkan kemesraan nya itu di depan pasangan lainnya, istilahnya secara private cam..atau c2c (cam to cam)..Bila telah terjadi suatu ikatan antara kita dengannya, mereka tidak sungkan akan mengajak ketemu.
Terlepas dari ulah diatas, kriminologi tidak menggunakan single factor causation, melainkan multiple causation. Entah itu pengaruh film, tv, dvd, konflik kepribadian, perilaku exhibisionis dsb.
maka bagi teman-teman yang berlangganan internet dan memiliki anak remaja, agar berhati-hati dan gunakan fasilitas dari provider (suatu family filter) untuk menutup atau memblokir situs dimaksud. Dalam situs x yang saya kemukakan diatas didalamnya ada fitur "family filter: on/ off". bila anda menggunakan situs tersebut cukup aktifkan "on" agar buah hati anda tidak iseng-iseng berpartisipasi di dalamnya. karena, anak sekolah jaman sekarang lebih pintar. -----> (tadinya ini buat disertasi dan judulnya bukan seperti diatas, tp krn lom dpt donatur, penelitian dihentikan dulu ah:p)
Kenyataan ini ditemui tatkala saya iseng-iseng menyambangi suatu situs chatt sebutlah namanya x. Suatu situs yang terdiri dari kelas umum (general), deaf (untuk kaum tuna rungu) dan dewasa (18+). Mulailah saya lakukan penelitian secara observasi partisipan yaitu terlibat langsung dengan kata lain menjadi bagian dari mereka.
Aturan main disini supaya aman, jangan sekali-sekali mempertontonkan wajah anda karena selalu ada tangan jahil yang akan "merekam" untuk kemudian "me-relay" nya. Kebanyakan wanita anak-anak usia sekolah yang masih lugu, yang pertama kali bermain selalu mempertontonkan wajahnya. Hingga suatu malam saya telah melihat sebut saja si Az show (istilah untuk wanita yang bugil), esoknya saya temui adegan yang sama.
Dalam suatu room 18+, saya temui banyak wanita usia sekolah hingga kuliah (kalau usia kerja dan dewasa tidak saya perhatikan karena tidak sesuai dengan misi penelitian ini), tidak sungkan-sungkan berpose menantang di depan webcam nya. Dari yang mengenakan pakaian seksi, baju dalam hingga -maaf- tanpa sehelai benangpun tetapi ditutupi selimut atau bantal yang membuat penasaran. Dan modusnya bila kita penasaran, mereka akan kirimkan nomor rekening, namun untuk memastikan mereka wanita asli atau cowok yang memakai id dan video cewek,kita harus minta nomor hape nya. Bila nomor hape nya benar, barulah bisa ditranfer entah itu uang kos, uang jajan, uang pulsa dsb, mereka akan "show" untuk kita.
Meminta nomor hape adalah untuk meyakinkan bahwa mereka adalah asli bukan id palsu yang digunakan cowok, bila anda bokek, anda cukup tranfer pulsa untuknya. Bagaimana bila mereka bohong? Anda cukup kemukakan di beberapa room bahwa id sekian telah menipu dsb. Bila anda telah berhasil meyakinkan mereka, dan mereka percaya pada anda, mereka akan menjadi "budak seks" anda selama anda menginginkannya, tentu selama tranfer berjalan. dan, mereka anak smu hingga mahasiswi.
Pada suatu wawancara dengan sebut saja namanya Lr, setelah meyakinkan dirinya, mengirim pulsa, hingga membantu membayar kostnya (ini terjadi beberapa bulan lalu), ia adalah mahasiswa Univ di kota S, jurusan E semester 5. Saya langsung cek konsep pendidikan universitas seperti sks dsb, dan dia bs menjawabnya. jawabannya singkat untuk nambah uang jajan. Atau saat dengan Bl, dia tidak saya kirim apapun namun selalu siap membantu penelitian singkat ini. Alasan si Bl singkat, karena dia suka dengan dasar ketertarikan fisik semata dengan lawan chattingnya. Dia tidak butuh uang,karena dia anak orang kaya. Lain lagi pengalaman dengan Yn, seorang mahasiswa univ B, semester akhir, dia melakukan secara profesional. Dia berikan nomor telepon untuk dicek, dan nomor rekening, setelah ditranfer barulah dia siap melayani anda.
Selain modus prostitusi cyber diatas, adalagi modus lain. Sebagaimana wawancara saya dengan Lr, ia sellau siap show di salah satu room situs tersebut karena dia dibayar oleh "owner room". Jadi, setelah jumlah user di room mencapai lebih dari 200, ia akan bugil dan lakukan apa yang diminta. Maka, latar belakang mereka selain ekonomi adalah "just for fun". Yang menarik, pada pelajar atau mahasiswi yang just for fun ini, mereka tidak akan menampilkan wajahnya selain -maaf-tubuh telanjangnya saja pada anda. Kecuali anda sudah mereka percaya, atau anda pernah membantu mereka dan mereka yakin anda tidak akan merekam aksinya, barulah anda akan lihat suatu pertunjukan "live sex" (tentu self service) terbaiknya.
Selain modus dengan "self service" diatas, ada juga pasangan pelajar dan mahasiswi yang berani mempertontonkan hubungan intimnya pada anda. Yang saya temui pasangan Rn dan Tt. Dan saya tidak mengeluarkan biaya sedikitpun, karena mereka lakukan di suatu room 18+ atas dasar "have fun". Suatu perilaku exhibisionisme. Selain itu ada juga pasangan yang hanya akan mempertontonkan kemesraan nya itu di depan pasangan lainnya, istilahnya secara private cam..atau c2c (cam to cam)..Bila telah terjadi suatu ikatan antara kita dengannya, mereka tidak sungkan akan mengajak ketemu.
Terlepas dari ulah diatas, kriminologi tidak menggunakan single factor causation, melainkan multiple causation. Entah itu pengaruh film, tv, dvd, konflik kepribadian, perilaku exhibisionis dsb.
maka bagi teman-teman yang berlangganan internet dan memiliki anak remaja, agar berhati-hati dan gunakan fasilitas dari provider (suatu family filter) untuk menutup atau memblokir situs dimaksud. Dalam situs x yang saya kemukakan diatas didalamnya ada fitur "family filter: on/ off". bila anda menggunakan situs tersebut cukup aktifkan "on" agar buah hati anda tidak iseng-iseng berpartisipasi di dalamnya. karena, anak sekolah jaman sekarang lebih pintar. -----> (tadinya ini buat disertasi dan judulnya bukan seperti diatas, tp krn lom dpt donatur, penelitian dihentikan dulu ah:p)
Thursday, 29 March 2012
KONFLIK SOSIAL POLISI VS MAHASISWA
Sebagai masyarakat majemuk yang terdiri dari berbagai macam agama,
etnis, bahasa, daerah dan sub-sub kebudayaan, tentu merupakan hal yang
wajar bila dalam masyarakatnya timbul suatu gejolak yang berujung pada
munculnya konflik sosial akbiat suatu kebijakan pemerintah yang dirasa
tidak memihak rakyat banyak.
Hanya yang seringkali tidak
wajar, intensitas konflik yang terjadi berubah kualitas maupun
eskalasinya, sehingga menimbulkan derita kemanusiaan yang memilukan dan
membahayakan kelangsungan Negara RI.
Dalam kehidupan
bermasyarakat pada Negara majemuk seperti Indonesia, beberapa gejolak
sosial menentang kebijakan yang dianggap tidak adil, kerap terjadi di
dalamnya. Benturan antara berbagai kepentingan hingga konflik antara
masyarakat yang berdemo dengan polisi hampir dipastikan terjadi.Contoh
mutakhir baru-baru ini adalah konflik sosial antara mahasiswa dan rakyat
yang melakukan aksi menentang kenaikan BBM dengan polisi.
Masyarakat majemuk itu sendiri menurut Piere L. Van Berghe memiliki sifat dasar sebagai berikut:
- Terjadi segmentasi ke dalam bentuk kelompok-kelompok yang sering kali memiliki kebudayaan, atau lebih tepat sub-kebudayaan, yang berbeda satu sama lain;
- Memiliki struktur sosial yang terbagi-bagi ke dalam lembaga-lembaga yang bersifat non-komplementer;
- Di antara anggota masyarakat kurang mengembangkan konsensus atas nilai-nilai sosial dasar;
- Secara reaktif seringkali terjadi konflik di antara kelompok yang satu dengan kelompok yang lain;
- Secara reaktif integrasi sosial tumbuh di atas paksaan (coercion) dan saling ketergantungan di dalam bidang ekonomi;
- Adanya dominasi politik oleh suatu kelompok atas kelompok-kelompok yang lain.
Kemajemukan
diatas memang berpotensi menimbulkan konflik sosial. Termasuk konflik
sosial antara pihak yang melakukan aksi menentang kenaikan BBM dengan
polisi.
Dalam RUU Penanganan Konflik Sosial dikemukakan definisi konflik sosial yaitu “perselisihan
dengan kekerasan fisik antara dua atau lebih kelompok atau golongan
yang mengakibatkan hilangnya rasa aman, kerugian benda, rusaknya pranata
sosial, jatuhnya korban jiwa, renggangnya hubungan sosial antar warga
masyarakat, dan/atau disintegrasi sosial yang menghambat proses
pembangunan dalam pencapaian kesejahteraan masyarakat. (Pasal 1 ayat
1).”
Terlihat konflik sosial dan kekerasan
berhubungan erat. Dari berbagai literatur banyak ditemukan tindakan
kekerasan yang dilakukan polisi terhadap masyarakat dan sebaliknya.
Dalam konsep kriminologi dikenal istilah “police brutality” alias
kekerasan polisi terhadap warga. Perlu diketahui, Kekerasan yang
dilakukan masyarakat terhadap polisi juga kerap terjadi. Seperti
penembakan terhadap polisi di Palu dan Bekasi, perusakan kantor polisi
di Makassar, pembakaran pos Polisi di Papua serta Dua pos polisi lalu
lintas yang berada di kawasan Perek dan Pasar Dobo, Kota Dobo, Ibu Kota
Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku, dan dalam demonstrasi menentang
kenaikan BBM, memberikan gambaran polisi JAUH (tidak
dekat) dengan masyarakat. Gambaran kekerasan massa tersebut seakan
menunjukkan adanya “mass brutality”, tindakan brutal masyarakat.
Kesemuanya dipicu akibat adanya tindakan petugas yang dianggap tidak
adil atau berlebihan.
Pembakaran Dua pos polisi lalu
lintas yang berada di kawasan Perek dan Pasar Dobo, Kota Dobo, Ibu Kota
Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku, Jumat (14/1) misalnya, dipicu tewasnya
Ali Raharusun, 28, warga Dobo pegawai kantor Camat Aru, Jumat pagi,
yang diduga dianiaya sejumlah polisi di Pos Lantas Perek, Kamis (13/1)
malam (www.Metronews.com). Penyebab konflik sosial pada kasus ini
adalah, karena adanya suatu insiden tewasnya seorang
anggota warga oleh seorang oknum polisi. Perbuatan tersebut merupakan
wujud tidak profesionalnya oknum yang bersangkutan.
Dalam
aksi yang pernah dilakukan massa di makam mbah Priok, petugas melakukan
penganiayaan terhadap sejumlah demonstran. Peristiwa tersebut dipicu
insiden adanya demonstran yang memprovokasi dengan melakukan pelemparan
batu yang mengakibatkan terlukanya petugas. Pihak petugas melakukan
pembalasan dengan alasan korban merupakan salah satu pelaku pelemparan.
Konflik sosial itu sendiri menurut Lewis A. Coser (1956) memiliki fungsi-fungsi yang bermanfaat, antara lain:
- Untuk menegakkan kesatuan atau menegakkan kembali kesatuan dan kohesi yang telah terancam oleh perasaan-perasaan antagonis dan permusuhan di antara anggota kelompok (may help to re-establish unity and cohesion where it has been threatened by hostile and antagonistic feeling among the members).
- Konflik sosial sebagai suatu mekanisme untuk menata ulang nilai-nilai agar sesuai dengan kondisi baru (social conflict is a mechanism for adjustment of norms adequate to new conditions).
Betapa
mahal harga yang harus dibayar untuk mewujudkan tujuan diatas.
Kekerasan selalu menjadi panglima dalam setiap konflik sosial dengan
berbagai pemicunya. Pencetus kekerasan yang dilakukan polisi terhadap
demonstran dan sebaliknya, adalah sama. Suatu insiden yang dianggap tidak adil dan menyakiti kedua belah pihak.
Polisi dan Profesionalitas
Pengungkapan
beberapa kasus pelik dalam waktu relatif singkat belakangan ini,
merupakan indikasi adanya peningkatan profesionalitas kepolisian yang
cukup signifikan. Apabila para petugas kepolisian menjalankan tugasnya
secara profesional dan DEKAT dengan masyarakat, mereka akan menikmati situasi aman tertib, adil, dan merasa dilindungi serta diayomi.
Sebaliknya, bila kurang profesional dan JAUH dari
rakyat, yang dirugikan adalah bangsa dan Negara. Sudah barang tentu
kepercayaan publik kepada polisi akan makin merosot. Dampak kurang
profesional-nya seorang oknum polisi, secara tidak langsung tercermin
pada tindak kekerasan yang dilakukan petugas terhadap para mahasiswa
yang melakukan aksi menentang kenaikan BBM seperti terlihat dalam media
elektronik semalam.
Mengapa dianggap kurang profesional?
Karena polisi dalam pendidikannya di sekolah polisi maupun di akademi
kepolisian, tentu telah dilatih menangani aksi demonstrasi. Mereka
memiliki kemampuan diatas para demonstran. Secara verbal maupun teknis.
Akan lain artinya bila petugas yang menjaga keamanan dan ketertiban
dalam aksi merupakan orang biasa tanpa pendidikan khusus seperti polisi.
Polisi sendiri merupakan profesi yang dikatakan Hartjen dengan kutipan ,”Damn if you do, damn if you don’t,”
yang kurang lebih artinya “berbuat salah, tidak berbuat salah.” Polisi
senantiasa dihadapkan pada pilihan serba salah. Mereka manusia biasa
yang terkadang menjalankan tugasnya dalam kondisi lelah, penuh tekanan
dan keadaan yang tak pasti. Semua itu akan mengkristal dalam penurunan
kemampuan mengontrol diri yang berujung pada menurunnya kemampuan
profesional dalam melakukan tindakan diskresi.Massa yang melakukan aksi
menentang kenaikan BBM juga manusia biasa. Mengalami hal yang sama
seperti petugas.
Pola penanganan aksi demonstrasi oleh
polisi masih menggunakan pendekatan keamanan. Belum menggunakan
pendekatan sosiologis sebagaimana pendekatan community policing.
Pada kedua contoh kasus pembakaran pos polisi dan perlawanan massa
yang berdemo seperti diuraikan dimuka, menunjukkan polisi kurang dekat
dengan masyarakat. Masyarakat sendiri juga banyak memiliki stigma
negatif pada polisi, akibat ulah-ulah tidak terpuji beberapa oknumnya.
Ketidak-dekatan polisi dan stigma negatif masyarakat, akan selalu
menjadi pemicu peristiwa sejenis.
Dekatnya polisi dengan
masyarakat merupakan salah satu syarat profesionalitas polisi
sebagaimana diuraikan David C. Couper M.A., seorang mantan Kepala
Kepolisian Wisconsin yang telah bertugas 30 tahun. Ia menyatakan untuk
mencapai profesionalitas harus ada benih yang ditanam sebagai berikut:
- The Seed of Leadership;
Kepolisian
harus melahirkan pimpinan yang tidak hanya ditakuti, tetapi pimpinan
yang lebih bisa mendengar, melatih dan memberi dorongan (listening,
coaching, and fostering) kepada bawahannya;
2.The Seed of Knowledge;
Polisi harus dibekali ilmu pengetahuan yang cukup agar dapat menjalankan tugasnya dengan ebih baik;
3.The Seed of Creativity;
Kreativitas harus dilatih dan dikembangkan untuk semua jajarannya;
4.The Seed of Problem Solving;
Polisi
harus memiliki kemampuan pemecahan masalah agar kekuasaan diskresi
dalam penegakan hukum yang dimilikinya dapat dijalankan. Benih ini
hendaknya ditebar pada setiap tingkat kepangkatan;
5.The Seed of Diversity;
Personil kepolisian harus berasal dari multi etnis dan budaya yang terdapat di negara yang bersangkutan;
6.The Seed of Force Control;
Polisi senantiasa dilatih mengendalikan kekuatan yang dimilikinya. The use of deadly force only to save a human life;
7.The Seed of Community Policing;
Polisi
senantiasa dilatih untuk dekat dengan masyarakat. The police must get
closer to the people they serve. Distance is danger, closer is safer.
(FBI Law Enforcement, Bulletin, March, 1994).
Berdasarkan semua uraian singkat diatas, ditemukan beberapa faktor penyebab konflik sosial antara polisi dengan demonstran:
a. Adanya suatu insiden
yang dirasakan begitu buruk oleh suatu kelompok masyarakat, sehingga
peristiwa itu dijadikan katalisator kemarahan. Kelompok masyarakat itu
mulai resah dan tegang sehingga secara perlahan, keresahan itu turut
dirasakan oleh kelompok-kelompok lain di masyarakat.
Pada
aksi menentang kenaikan BBM di Makassar misalnya, tindakan represif yang
dilakukan polisi menjadi suatu insiden yang membuat warga mendukung
mahasiswa yang berdemo untuk melakukan perlawanan terhadap petugas.
b.
Dalam kondisi diatas, terdapat segolongan kecil orang dari kelompok
yang marah, bersifat sangat keras dan cenderung melakukan kekerasan,
memancing-mancing timbulnya kekerasan. Lantas, mengumpulkan massa dengan
slogan-slogan bombastis yang dapat membangkitkan kemarahan dan
fanatisme kelompok.
Pada tayangan di media elektronik terlihat bahwa, golongan ini terdapat pada pihak demonstran dan petugas.
c.
Massa yang telah dihimpun dan terbakar emosinya, kemudian diberi
contoh oleh kelompok kecil tersebut tentang bagaimana seharusnya
bertindak. Karena, masing-masing individu telah hanyut dan menyatu
dengan emosi kelompok. Maka, rasionalitas menurun. Yang muncul adalah
logika kelompok. Dalam kondisi kejiwaan semacam ini mereka mudah
mengikuti contoh yang dilakukan kelompok kecil tadi. Selanjutnya, tanpa
memerlukan contoh lagi, massa akan bertindak anarkis dengan
sendirinya, melakukan perusakan, pembakaran, penyerangan, penganiayaan
bahkan pembunuhan.
Kenyataan ini dapat dilihat pada aksi
demo di salemba. Pihak demonstran ada yang melempari pos polisi,
menghalau polisi, dan pihak petugas ada yang mengejar demonstran dengan
pistol mengarah ke mereka, serta menarik dan memukuli demonstran.
d.
Jatuhnya korban jiwa dapat memancing simpati dan emosi kelompok lain
yang semula mampu mengendalikan diri untuk turun ke gelanggang amuk
massa.
Contoh ini terlihat pada Korban yang jatuh di kedua
belah pihak, massa yang berdemo dan petugas dalam aksi menentang
kenaikan BBM.Sehingga membuat kedua belah pihak tidak dapat menahan diri
dan mengakibatkan terjadinya konflik sosial antara mereka.
e. Keterlambatan penanganan aparat keamanan akan mengakibatkan kekacauan meluas dan konflik menjadi sulit dihentikan.
Hal
ini pernah terjadi dalam peristiwa mei 98 silam. Kerusuhan akibat demo
menjadi makin meluas berupa penjarahan dan pembakaran hingga pemerkosaan
yang mengakibatkan banyak nyawa melayang.
Selain harus dekat dengan masyarakat, tindakan preventif lainnya dalam aksi demo memerlukan PERSIAPAN yang lebih baik lagi oleh aparat keamanan.
Sebagaimana dikatakan De Jong (1994) bahwa ,”effective preparation in fact, the best of prevention.”
Maka, persiapan merupakan langkah penting satu-satunya yang berada
sepenuhnya di dalam kendali aparat keamanan. Dengan adanya persiapan
yang baik, setiap gangguan keamanan kecil (small disturbance) tidak sempat tumbuh menjadi besar.
Dalam
“Persiapan” ini, ada beberapa faktor penting yang biasa menjadi
perhatian utama aparat keamanan. Dimana, kesemuanya itu telah dikuasai
oleh setiap aparat kepolisian Republik Indonesia. Yaitu: Personil,
Perencanaan Operasional, dan Analisa Kelompok Massa.
- Personil merupakan
sumber daya terbesar yang memerlukan manajemen serius. Karena faktor
ini paling menentukan berhasil tidaknya operasi yang dijalankan.
Permasalahan yang harus diperhatikan mulai dari jumlah, kesiapan,
kemampuan, hingga penempatan mereka dikala keadaan tidak menentu. Tolok
ukur yang dipergunakan bagi kesiapan personil adalah pada tahap ketika
kerusuhan berkecamuk;
- Untuk
menanggulangi konflik sosial perlu dibuat perencanaan operasional
khusus. Meliputi, perencanaan personil yang akan diterjunkan, jumlah
dan kesatuan, sistem komando, persenjataan dan logistik,
langkah-langkah taktis dan lainnya. Yang perlu diperhatikan dalam
perencanaan ini adalah elastisitas. Karena, dalam situasi krisis
perubahan-perubahan berjalan dengan sangat cepat. Aparat keamanan
dituntut mampu mengkaji ulang dan memperbaharui rencana-rencananya
sendiri. Pada saat ini, semua tindakan aparat dituntut cepat dan
akurat, dalam arti tepat waktu, tepat cara dan tepat tempat. Mungkin
disaat inilah kemampuan diskresi amat diperlukan. Selama tidak
bertentangan dengan hukum dan undang-undang. Sebab, musuh terbesar pada
situasi krisis tersebut adalah waktu.;
-
Analisa kelompok massa dilakukan berdasarkan pada konflik sosial yang
tengah berlangsung di masyarakat. Yang hasilnya dapat digunakan untuk
memetakan kelompok masyarakat mana yang akan berpotensi besar memicu
timbulnya kekacauan.serta, memetakan kemungkinan-kemungkinan yang akan
terjadi. Analisa ini diperlukan untuk merumuskan tindakan pengamanan.
Pada
saat kerusuhan meluas, juga perlu diperhatikan, 4 aspek penting
lainnya yaitu Containment, Communication, Coordination dan Control (De
Jong, 1994):
- Containment atau pemblokiran bertujuan
melokalisir kerusuhan agar tidak meluas. Untuk menciptakan ruang gerak
bagi aparat guna mengantisipasi keseluruhan peristiwa dan arah
perkembangan;
- Communication atau Komunikasi,
harus dilakukan secara efektif baik sebelum, sewaktu atau sesudah
kerusuhan. Komunikasi ini harus cepat dan efektif dari petugas lapangan
ke pusat komando begitu pula sebaliknya. Informasi yang disampaikan ke
pusat komando harus segera dicermati untuk memperhitungkan berbagai
hal yang terkait dengan situasi. Termasuk prediksi situasi tersebut.
Maka, pusat komando juga harus dapat bertindak sebagai pusat
intelejen. Komunikasi ini juga dilakukan berupa koordinasi terhadap
rumah sakit, dinas kebakaran, militer, maupun dinas lain yang dapat
membantu menangani kerusuhan;
-
Coordination atau Koordinasi; Setelah komunikasi dibangun dengan baik,
koordinasi akan lebih mudah dilakukan. Karena, keberhasilan koordinasi
amat bergantung pada terpeliharanya komunikasi. Koordinasi ini merupakan
masalah vital, apabila ada kesatuan yang tidak terkoordinir, kemudian
melakukan tindakan diluar komando, akan membahayakan seluruh operasi.
Hal ini dapat mengakibatkan kerusuhan makin meluas.
Misalnya
ada kesatuan yang melakukan penembakan terhadap demonstran sehingga
mengakibatkan jatuhnya korban, akan dapat memicu massa yang simpati
dengan korban untuk ikut-ikutan dalam huru-hara guna melampiaskan
kemarahan. Maka, dalam penanganan kasus kerusuhan apapun, hendaknya
tidak memancing kemarahan massa lebih lanjut dengan melakukan tindakan
represif yang mengakibatkan jatuhnya korban. Petugas dituntut lebih
sabar dan tidak terpancing;
- Control atau Kontrol, aspek ini adalah pengawasan segala unsur operasional penanggulangan civil disorder.
Setiap tindakan terhadap personil dalam melaksanakan tugas di dalam
keadaan segenting apapun harus dapat dikontrol oleh para komandan.
Perintah yang diberikan pada kesatuan harus benar-benar akurat,
sepenuhnya dimengerti dan dapat diterjemahkan ke dalam tindakan
sebagaimana mestinya.
Sebagai
pamungkas, perlu diperhatikan pendapat Skolnick (1966) polisi
diharapkan bisa menjadi penegak peraturan, ayah, kawan, pelayan
masyarakat, moralis, petarung jalanan, pemberi arah dan pejabat hukum.
Tentu ditambah dengan perannya yang utama yaitu sebagai crime hunter.
Untuk
mewujudkan itu semua perlu direnungkan pendapat mantan kepala polisi
Wisconsin yang telah disebutkan di bagian sebelumnya, “Polisi harus
senantiasa dilatih mengendalikan kekuatan yang dimilikinya (The use of deadly force only to save a human life), serta Polisi harus senantiasa dilatih untuk dekat dengan masyarakat (The police must get closer to the people they serve. Distance is danger, closer is safer).
(FBI Law Enforcement, Bulletin, March, 1994). Bila polisi dekat dengan
masyarakat, khususnya rakyat dan mahasiswa, mereka akan menjadi sungkan
dan segan melakukan tindakan yang dapat merusak hubungan tersebut.
Dalam tayangan aksi demo menentang kenaikan BBM semalam, terdapat pemandangan simpatik,
seorang perwira polisi mengimami shalat berjamaah dengan para
mahasiswa...Begitulah seharusnya hubungan pengayom dengan masyarakat
yang diayomi nya tercipta.
Sumber:
Ketika Kejahatan Berdaulat; Nitibaskara 2001.
Paradoksal Konflik dan Otonomi Daerah; Nitibaskara, 2001
www.Metronews.com.
Wednesday, 21 March 2012
KONFLIK SOSIAL
Konflik sosial merupakan suatu fenomena yang biasa muncul dalam Negara dengan masyarakat majemuk seperti Indonesia. Dalam RUU Penanganan Konflik Sosial
dikemukakan definisi konflik sosial yaitu “perselisihan dengan kekerasan
fisik antara dua atau lebih kelompok atau golongan yang mengakibatkan hilangnya
rasa aman, kerugian benda, rusaknya pranata sosial, jatuhnya korban jiwa,
renggangnya hubungan sosial antar warga masyarakat, dan/atau disintegrasi
sosial yang menghambat proses pembangunan dalam pencapaian kesejahteraan
masyarakat. (Pasal 1 ayat 1).”
Konflik sosial itu sendiri menurut Lewis A.
Coser (1956) memiliki fungsi-fungsi yang bermanfaat, antara lain:
- Untuk menegakkan kesatuan atau menegakkan kembali kesatuan dan kohesi yang telah terancam oleh perasaan-perasaan antagonis dan permusuhan di antara anggota kelompok (may help to re-establish unity and cohesion where it has been threatened by hostile and antagonistic feeling among the members).
- Konflik sosial sebagai suatu mekanisme untuk menata ulang nilai-nilai agar sesuai dengan kondisi baru (social conflict is a mechanism for adjustment of norms adequate to new conditions).
Konflik sosial juga selalu berkaitan dengan
ketegangan sosial yang terjadi dalam masyarakat. Keduanya memiliki hubungan
erat berdasarkan tahapan-tahapan sebagai berikut:
a. Adanya suatu insiden
yang dirasakan begitu buruk oleh suatu kelompok masyarakat, sehingga peristiwa
itu dijadikan katalisator kemarahan. Kelompok masyarakat itu mulai resah dan
tegang sehingga secara perlahan, keresahan itu turut dirasakan oleh
kelompok-kelompok lain di masyarakat.
b. Dalam kondisi diatas, terdapat segolongan kecil orang
dari kelompok yang marah, bersifat sangat keras dan cenderung melakukan
kekerasan, memancing-mancing timbulnya kekerasan. Lantas, mengumpulkan massa
dengan slogan-slogan bombastis yang dapat membangkitkan kemarahan dan fanatisme
kelompok.
c. Massa yang telah dihimpun dan terbakar emosinya, kemudian
diberi contoh oleh kelompok kecil tersebut tentang bagaimana seharusnya
bertindak. Karena, masing-masing individu telah hanyut dan menyatu dengan emosi
kelompok. Maka, rasionalitas menurun. Yang muncul adalah logika kelompok. Dalam
kondisi kejiwaan semacam ini mereka mudah mengikuti contoh yang dilakukan
kelompok kecil tadi. Selanjutnya, tanpa memerlukan contoh lagi, massa akan
bertindak anarkis dengan sendirinya, melakukan perusakan, pembakaran,
penyerangan, penganiayaan bahkan pembunuhan.
d. Jatuhnya korban jiwa dapat memancing simpati dan emosi
kelompok lain yang semula mampu mengendalikan diri untuk turun ke gelanggang
amuk massa.
e. Keterlambatan penanganan aparat keamanan akan
mengakibatkan kekacauan meluas dan konflik menjadi sulit dihentikan.
Maraknya konflik sosial yang terjadi sesuai
tahapan-tahapan diatas, menunjukkan bahwa seakan sanksi pidana tidak berguna
bagi beberapa kelompok masyarakat. Seperti dikemukakan dalam Perspektif classical yang mencoba menjelaskan,
dalam masyarakat terdapat sejumlah orang yang tak merasa takut terhadap sanksi
baik sanksi sosial maupun hukum. Dalam keadaan frustasi, mereka tak segan
menggunakan kekerasan untuk mencapai tujuan dan kepentingan yang
bermacam-macam.
Untuk menanggulangi kerusuhan akibat suatu konflik sosial di masyarakat, sebagaimana dikatakan De Jong (1994),”effective preparation in fact, the best of prevention”, perlu persiapan yang lebih baik lagi oleh aparat keamanan. Hal tersebut merupakan langkah penting satu-satunya yang berada sepenuhnya di dalam kendali aparat keamanan. Dengan adanya persiapan yang baik, setiap gangguan keamanan kecil (small disturbance) tidak sempat tumbuh menjadi besar.
Dalam “Persiapan” ini, ada beberapa faktor penting yang kesemuanya itu telah dikuasai oleh setiap aparat Kepolisian Republik Indonesia. Yaitu: Personil, Perencanaan Operasional, dan Analisa Kelompok Massa seperti dibawah ini:
- Personil
Personil merupakan sumber daya terbesar yang memerlukan manajemen serius. Karena faktor ini paling menentukan berhasil tidaknya operasi yang dijalankan. Permasalahan yang harus diperhatikan mulai dari jumlah, kesiapan, kemampuan, hingga penempatan mereka dikala keadaan tidak menentu. Tolok ukur yang dipergunakan bagi kesiapan personil adalah pada tahap ketika konflik sosial berkecamuk;
- Perencanaan Operasional
Perlu dibuat perencanaan operasional khusus yang meliputi, perencanaan personil yang akan diterjunkan, jumlah dan kesatuan, sistem komando, persenjataan dan logistik, langkah-langkah taktis dan lainnya. Yang perlu diperhatikan dalam perencanaan ini adalah elastisitas. Karena, dalam situasi krisis perubahan-perubahan berjalan dengan sangat cepat. Aparat keamanan dituntut mampu mengkaji ulang dan memperbaharui rencana-rencananya sendiri. Pada saat ini, semua tindakan aparat dituntut cepat dan akurat, dalam arti tepat waktu, tepat cara dan tepat tempat. Mungkin disaat inilah kemampuan diskresi amat diperlukan. Selama tidak bertentangan dengan hukum dan undang-undang. Sebab, musuh terbesar pada situasi krisis tersebut adalah waktu;
- Analisa kelompok massa
Analisa Kelompok Massa ini dilakukan berdasarkan pada ketegangan sosial yang tengah berlangsung di masyarakat. Yang hasilnya dapat digunakan untuk memetakan kelompok masyarakat mana yang akan berpotensi besar memicu timbulnya kekacauan dalam suatu konflik sosial. Serta, memetakan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi. Analisa ini diperlukan untuk merumuskan tindakan pengamanan.
Tidak berhenti disitu saja, disaat konflik sosial makin meluas, perlu diperhatikan 4 aspek penting lainnya yaitu Containment, Communication, Coordination dan Control (De Jong, 1994):
- Containment
Containtment atau pemblokiran bertujuan melokalisir tindak kekerasan massa atau kerusuhan (konflik sosial) agar tidak meluas. Untuk menciptakan ruang gerak bagi aparat guna mengantisipasi keseluruhan peristiwa dan arah perkembangan.;
- Communication
Communication atau Komunikasi, harus dilakukan secara efektif baik sebelum, sewaktu atau sesudah konflik sosial. Komunikasi ini harus cepat dan efektif dari petugas lapangan ke pusat komando begitupula sebaliknya. Informasi yang disampaikan ke pusat komando harus segera dicermati untuk memperhitungkan berbagai hal yang terkait dengan situasi. Termasuk prediksi situasi tersebut. Maka, pusat komando juga harus dapat bertindak sebagai pusat intelejen. Komunikasi ini juga dilakukan berupa koordinasi terhadap rumah sakit, dinas kebakaran, militer, maupun dinas lain yang dapat membantu menangani tindak kekerasan massa;
- Coordination
Setelah komunikasi dibangun dengan baik, koordinasi akan lebih mudah dilakukan. Karena, keberhasilan koordinasi amat bergantung pada terpeliharanya komunikasi. Koordinasi ini merupakan masalah vital, apabila ada kesatuan yang tidak terkoordinir, kemudian melakukan tindakan diluar komando, akan membahayakan seluruh operasi. Hal ini dapat mengakibatkan konflik sosial makin meluas. Misalnya ada kesatuan yang melakukan penembakan sehingga mengakibatkan jatuhnya korban, akan dapat memicu massa yang simpati dengan korban untuk ikut-ikutan dalam huru-hara guna melampiaskan kemarahan. Maka, dalam penanganan konflik sosial apapun, hendaknya tidak memancing kemarahan massa lebih lanjut dengan melakukan tindakan represif yang mengakibatkan jatuhnya korban;
- Control
Aspek ini adalah pengawasan segala unsur operasional penanggulangan civil disorder. Setiap tindakan terhadap personil dalam melaksanakan tugas di dalam keadaan segenting apapun harus dapat dikontrol oleh para komandan. Perintah yang diberikan pada kesatuan harus benar-benar akurat, sepenuhnya dimengerti dan dapat diterjemahkan ke dalam tindakan sebagaimana mestinya.
Perhatian serius pada kesemua faktor dan aspek diatas, harus dipandang sebagai upaya untuk mengantisipasi tindak kekerasan massa. Apabila gesekan-gesekan antar kelompok di masyarakat sudah terlalu keras, maka sehebat apapun upaya aparat keamanan untuk melakukan pencegahan dan penegakan hukum terhadap tindak kekerasan massa sebagai akumulasi konflik sosial, menjadi kurang optimal.
Siapapun pihak dan kelompok yang memicu terjadinya konflik sosial, harus diantisipasi sedini mungkin dan dikenakan sanksi sesuai undang-undang yang berlaku tanpa pandang bulu. Lenturnya pencegahan dan penegakan hukum terhadap
pihak yang memicu terjadinya konflik sosial, akan mempercepat proses
terwujudnya masyarakat yang roboh (collapse
society) dan masyarakat kejahatan (society
of crime).
Subscribe to:
Posts (Atom)
DANGEROUS PERSONALITIES PART 3
The Paranoid Personality Dogmatis, Argumentatif, Rentan untuk Membenci. Manusia normal dapat melakukan penyesuaian dan menerima ide...
-
ASKAR TAK BERGUNA Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai para pahlawannya, demikian kata Bung Karno . Kita adalah...
-
Kamis 14 Januari 2016 silam, kita semua dihentakkan oleh peristiwa ledakan bom di kawasan Sarinah Thamrin Jakarta Pusat. Kejadian yang h...
-
Tanpa disadari, sidang kasus pembunuhan Mirna dengan Jessica sebagai terdakwa pada Senin 26 September 2016 kemarin memasuki sidang ke-2...


