Monday, 17 September 2012

CYBERSEX DI SEKITAR ANAK (ABG) ANDA

Permissiveness wirhout affection, alias hubungan seks yang disenangi tanpa ikatan pertunangan, cinta, atau kasih sayang (Nitibaskara: 1999). Itulah yang pertama kali terlintas dalam benak saya tatkala mendapati kenyataan perilaku cyber sex yang dilakukan para remaja. Bila mereka telah dewasa maupun sudah bekerja tentu tidak menjadi masalah. Tetapi perilaku ini dilakukan oleh mereka yang masih sekolah atau kuliah. Dengan kata lain, masih dibawah perwalian atau hidup sama orang tuanya,

Kenyataan ini ditemui tatkala saya iseng-iseng menyambangi suatu situs chatt sebutlah namanya x. Suatu situs yang terdiri dari kelas umum (general), deaf (untuk kaum tuna rungu) dan dewasa (18+). Mulailah saya lakukan penelitian secara observasi partisipan yaitu terlibat langsung dengan kata lain menjadi bagian dari mereka. 

Aturan main disini supaya aman, jangan sekali-sekali mempertontonkan wajah anda karena selalu ada tangan jahil yang akan "merekam" untuk kemudian "me-relay" nya. Kebanyakan wanita anak-anak usia sekolah yang masih lugu, yang pertama kali bermain selalu mempertontonkan wajahnya. Hingga suatu malam saya telah melihat sebut saja si Az show (istilah untuk wanita yang bugil), esoknya saya temui adegan yang sama.

Dalam suatu room 18+, saya temui banyak wanita usia sekolah hingga kuliah (kalau usia kerja dan dewasa tidak saya perhatikan karena tidak sesuai dengan misi penelitian ini), tidak sungkan-sungkan berpose menantang di depan webcam nya. Dari yang mengenakan pakaian seksi, baju dalam hingga -maaf- tanpa sehelai benangpun tetapi ditutupi selimut atau bantal yang membuat penasaran. Dan modusnya bila kita penasaran, mereka akan kirimkan nomor rekening, namun untuk memastikan mereka wanita asli atau cowok yang memakai id dan video cewek,kita harus minta nomor hape nya. Bila nomor hape nya benar, barulah bisa ditranfer entah itu uang kos, uang jajan, uang pulsa dsb, mereka akan "show" untuk kita.

Meminta nomor hape adalah untuk meyakinkan bahwa mereka adalah asli bukan id palsu yang digunakan cowok, bila anda bokek, anda cukup tranfer pulsa untuknya. Bagaimana bila mereka bohong? Anda cukup kemukakan di beberapa room bahwa id sekian telah menipu dsb. Bila anda telah berhasil meyakinkan mereka, dan mereka percaya pada anda, mereka akan menjadi "budak seks" anda selama anda menginginkannya, tentu selama tranfer berjalan. dan, mereka anak smu hingga mahasiswi.

Pada suatu wawancara dengan sebut saja namanya Lr, setelah meyakinkan dirinya, mengirim pulsa, hingga membantu membayar kostnya (ini terjadi beberapa bulan lalu), ia adalah mahasiswa Univ di kota S, jurusan E semester 5. Saya langsung cek konsep pendidikan universitas seperti sks dsb, dan dia bs menjawabnya. jawabannya singkat untuk nambah uang jajan. Atau saat dengan Bl, dia tidak saya kirim apapun namun selalu siap membantu penelitian singkat ini. Alasan si Bl singkat, karena dia suka dengan dasar ketertarikan fisik semata dengan lawan chattingnya. Dia tidak butuh uang,karena dia anak orang kaya. Lain lagi pengalaman dengan Yn, seorang mahasiswa univ B, semester akhir, dia melakukan secara profesional. Dia berikan nomor telepon untuk dicek, dan nomor rekening, setelah ditranfer barulah dia siap melayani anda.

Selain modus prostitusi cyber diatas, adalagi modus lain. Sebagaimana wawancara saya dengan Lr, ia sellau siap show di salah satu room situs tersebut karena dia dibayar oleh "owner room". Jadi, setelah jumlah user di room mencapai lebih dari 200, ia akan bugil dan lakukan apa yang diminta. Maka, latar belakang mereka selain ekonomi adalah "just for fun". Yang menarik, pada pelajar atau mahasiswi yang just for fun ini,  mereka tidak akan menampilkan wajahnya selain -maaf-tubuh telanjangnya saja pada anda. Kecuali anda sudah mereka percaya, atau anda pernah membantu mereka dan mereka yakin anda tidak akan merekam aksinya, barulah anda akan lihat suatu pertunjukan "live sex" (tentu self service) terbaiknya.

Selain modus dengan "self service" diatas, ada juga pasangan pelajar dan mahasiswi yang berani mempertontonkan hubungan intimnya pada anda. Yang saya temui pasangan Rn dan Tt. Dan saya tidak mengeluarkan biaya sedikitpun, karena mereka lakukan di suatu room 18+ atas dasar "have fun". Suatu perilaku exhibisionisme. Selain itu ada juga pasangan yang hanya akan mempertontonkan kemesraan nya itu di depan pasangan lainnya, istilahnya secara private cam..atau c2c  (cam to cam)..Bila telah terjadi suatu ikatan antara kita dengannya, mereka tidak sungkan akan mengajak ketemu.

Terlepas dari ulah diatas, kriminologi tidak menggunakan single factor causation, melainkan multiple causation. Entah itu pengaruh film, tv, dvd, konflik kepribadian, perilaku exhibisionis dsb.

maka bagi teman-teman yang berlangganan internet dan memiliki anak remaja, agar berhati-hati dan gunakan fasilitas dari provider (suatu family filter) untuk menutup atau memblokir situs dimaksud. Dalam situs x yang saya kemukakan diatas didalamnya ada fitur "family filter: on/ off". bila anda menggunakan situs tersebut cukup aktifkan "on" agar buah hati anda tidak iseng-iseng berpartisipasi di dalamnya. karena, anak sekolah jaman sekarang lebih pintar. -----> (tadinya ini buat disertasi dan judulnya bukan seperti diatas, tp krn lom dpt donatur, penelitian dihentikan dulu ah:p)








No comments:

Post a Comment

DANGEROUS PERSONALITIES PART 3

The Paranoid Personality Dogmatis, Argumentatif, Rentan untuk Membenci. Manusia normal dapat melakukan penyesuaian dan menerima ide...