THE EMOTIONALLY UNSTABLE PERSONALITY
1.
Perasaan mudah berubah-ubah (misal suatu saat
merasa “setinggi langit” di, menit berikutnya merasa bagaikan “kandas ke bumi:”).
Pada awalnya mereka dapat terlihat bersahabat, mempesona, berbakat, dsb tetapi
mereka dapat berubah dengan cepat menjadi bermusuhan, impulsif, hingga irasional.,
2.
Memanfaatkan orang lain, dan meninggalkannya
setelah orang tersebut tidak bisa dimanfaatkan lagi (habis manis sepah
dibuang).
3.
Memiliki kebutuhan yang besar untuk dicintai,
tetapi memiliki sedikit kemampuan untuk mempertahankan hubungan yang dibina
tsb.
4.
Memiliki keinginan untuk menjadi pusat
perhatian, ingin sangat diperhatikan pihak lainnya. Bedanya dengan narsistik,
orang narsistik memiliki sifat diatas karena mereka merasa berhak menjadi pusat
perhatian karena merasa dirinya sempurna, sedangkan tipe the emotionally unstable personality melakukannya untuk
mendapatkan/ memperoleh dukungan (ingin disupport).
5.
Akan melakukan upaya apapun hingga yang
beresiko untuk mendapatkan perhatian, cinta, dsb
6.
Tidak suka dikritik.
7.
Sensitif dan hipersensitif (sangat perasa)
8.
Selalu mengingat pihak yang menyakiti
dirinya, selalu mengingat kesalahan orang lain terhadapnya. Tidak pernah
mengingat kebaikan orang lain terhadap dirinya.
9.
Mengungkit luka lama, mengungkit perbuatan
orang lain yang dahulu pernah menyakiti/ merugikan dirinya, upaya ini dilakukan
untuk memanfaatkan orang tsb demi kepentingan dirinya.
10. Manipulative.
Misalnya: ketika mereka merasa ditinggalkan, sendirian, dicampakkan, mereka
kerap melakukan upaya ekstrim seperti mencoba bunuh diri untuk mendapatkan
perhatian, agar tidak ditinggalkan dsb (hal: 67)
11. Merasa
takut ditinggalkan.
12. Memiliki
Perilaku yang dalam suatu keadaan/ situasi dan kondisi tertentu, tidak jarang
berujung pada pembunuhan (If they can’t
get what they want and have exhausted manipulation, some will kill what they
can’t have, hal: 68 dan 69).
13. Impulsif (whether to feel more alive or to escape
feeling bad, these personalities can be reckless and impulsive…,hal: 71).
14. Jika
mereka merasa “tidak dapat memiliki”
anda, maka di pandangan mereka, gak ada satupun yang boleh “memiliki anda” (hal: 75). Note: lihat juga keterangan yang
dikutip dari halaman 68-69 diatas*
15. Menginginkan
orang lain melakukan apa yang ia inginkan, bila orang tsb mengecewakan dirinya,
ybs akan menjadi sasaran kemarahannya.
16. Ketika
anda ingin mengakhiri hubungan dengannya, dia tidak mau, dia ingin anda tetap
loyal pada dirinya (even if you manage to end the relationship, unstable personalities
still want you to remain loyal*ibid,
page 77).
Dalam buku berjudul Dangerous Personalities, An FBI Profiler
Shows You How to Identify and Protect Yourself From Harmful People, yang
dijadikan acuan ciri-ciri diatas, mantan agen FBI Joe Navarro, MA (2014)
mengemukakan beberapa contoh tokoh-tokoh dengan sifat tersebut, antara lain:
Bonnie Parker (ia dan Clyde Barrow merupakan pasangan perampok, Bonnie dan Clyde, hal:72) dan Marilyn
Monroe (hal: 73) serta Mary Todd Lincoln, istri Presiden AS Abraham Lincoln,
yang ditengarai selalu rebut dengan eksekutif pemerintahan masa itu (hal:81).
Disamping itu, OJ Simpson
yang membunuh mantan istrinya Nicole bertahun-tahun silam, ditengarai juga
mengidap perilaku tersebut. Kendati mereka telah bercerai, OJ seakan tidak
dapat menerima bahwa mereka telah berpisah, ia diketahui selalu menguntit
mantan istrinya, mendatangi kediamannya, hingga memukulinya, dan akhirnya
membunuhnya.

No comments:
Post a Comment