Wednesday, 4 January 2017

DANGEROUS PERSONALITIES PART 1

THE EMOTIONALLY UNSTABLE PERSONALITY 
1.    Perasaan mudah berubah-ubah (misal suatu saat merasa “setinggi langit” di, menit berikutnya merasa bagaikan “kandas ke bumi:”). Pada awalnya mereka dapat terlihat bersahabat, mempesona, berbakat, dsb tetapi mereka dapat berubah dengan cepat menjadi bermusuhan, impulsif, hingga irasional.,
2.    Memanfaatkan orang lain, dan meninggalkannya setelah orang tersebut tidak bisa dimanfaatkan lagi (habis manis sepah dibuang).
3.    Memiliki kebutuhan yang besar untuk dicintai, tetapi memiliki sedikit kemampuan untuk mempertahankan hubungan yang dibina tsb.
4.    Memiliki keinginan untuk menjadi pusat perhatian, ingin sangat diperhatikan pihak lainnya. Bedanya dengan narsistik, orang narsistik memiliki sifat diatas karena mereka merasa berhak menjadi pusat perhatian karena merasa dirinya sempurna, sedangkan tipe the emotionally unstable personality melakukannya untuk mendapatkan/ memperoleh dukungan (ingin disupport).
5.    Akan melakukan upaya apapun hingga yang beresiko untuk mendapatkan perhatian, cinta, dsb
6.    Tidak suka dikritik.
7.    Sensitif dan hipersensitif (sangat perasa)
8.    Selalu mengingat pihak yang menyakiti dirinya, selalu mengingat kesalahan orang lain terhadapnya. Tidak pernah mengingat kebaikan orang lain terhadap dirinya.
9.    Mengungkit luka lama, mengungkit perbuatan orang lain yang dahulu pernah menyakiti/ merugikan dirinya, upaya ini dilakukan untuk memanfaatkan orang tsb demi kepentingan dirinya.
10. Manipulative. Misalnya: ketika mereka merasa ditinggalkan, sendirian, dicampakkan, mereka kerap melakukan upaya ekstrim seperti mencoba bunuh diri untuk mendapatkan perhatian, agar tidak ditinggalkan dsb (hal: 67)
11. Merasa takut ditinggalkan.
12. Memiliki Perilaku yang dalam suatu keadaan/ situasi dan kondisi tertentu, tidak jarang berujung pada pembunuhan (If they can’t get what they want and have exhausted manipulation, some will kill what they can’t have, hal: 68 dan 69).
13. Impulsif (whether to feel more alive or to escape feeling bad, these personalities can be reckless and impulsive…,hal: 71).
14. Jika mereka merasa “tidak dapat memiliki” anda, maka di pandangan mereka, gak ada satupun yang boleh “memiliki anda” (hal: 75). Note: lihat juga keterangan yang dikutip dari halaman 68-69 diatas*
15. Menginginkan orang lain melakukan apa yang ia inginkan, bila orang tsb mengecewakan dirinya, ybs akan menjadi sasaran kemarahannya.
16. Ketika anda ingin mengakhiri hubungan dengannya, dia tidak mau, dia ingin anda tetap loyal pada dirinya (even if you manage to end the relationship, unstable personalities still want you to remain loyal*ibid, page 77).
Dalam buku berjudul Dangerous Personalities, An FBI Profiler Shows You How to Identify and Protect Yourself From Harmful People, yang dijadikan acuan ciri-ciri diatas, mantan agen FBI Joe Navarro, MA (2014) mengemukakan beberapa contoh tokoh-tokoh dengan sifat tersebut, antara lain: Bonnie Parker (ia dan Clyde Barrow merupakan pasangan perampok, Bonnie dan Clyde, hal:72) dan Marilyn Monroe (hal: 73) serta Mary Todd Lincoln, istri Presiden AS Abraham Lincoln, yang ditengarai selalu rebut dengan eksekutif pemerintahan masa itu (hal:81).
Disamping itu, OJ Simpson yang membunuh mantan istrinya Nicole bertahun-tahun silam, ditengarai juga mengidap perilaku tersebut. Kendati mereka telah bercerai, OJ seakan tidak dapat menerima bahwa mereka telah berpisah, ia diketahui selalu menguntit mantan istrinya, mendatangi kediamannya, hingga memukulinya, dan akhirnya membunuhnya.

No comments:

Post a Comment

DANGEROUS PERSONALITIES PART 3

The Paranoid Personality Dogmatis, Argumentatif, Rentan untuk Membenci. Manusia normal dapat melakukan penyesuaian dan menerima ide...