Thursday, 1 October 2015

GATHERING KI KENTAKI & KI PENYAKIT


Pendekar kentut sakti yang biasa disingkat sebagai Ki Kentaki *lihat cerita pendekar kampret betina sebelumnya di blog ini), membuat janji melalui gojek, email, germo, calo, makelar dsb dengan pendekar nyamuk sakti yang disingkat Ki Penyakit (*Ki Pendekar Nyamuk Kecil dan Item).
Pertemuan mereka diselenggarakan oleh EO yang sangat tidak kompeten dan tidka terkenal, serta tidak jelas, di kawasan Gunung Antang, deket rel kereta, kawasan pelacuran yang tidak jauh dengan lapangan urip dan kayumanis, di wilayah sekitar jatinegara Jakarta Timur.
Sembari memakan sisa tongseng-nya, pandangan mata Ki Kentaki menyapu seluruh wilayah gunung antang tersebut. Mulai dari, anak-anak yg pada e’e, pipis, mbak-mbak yang pada mandi di pemandian umum, hingga belahan dada janda pemilik warung yang biasa diutangin Ki Kentaki.
Beberapa saat kemudian, terlihat seluruh penduduk kawasan Gunung Antang tersebut berlarian kesana kemari, hilir mudik, kalang kabut, demi untuk menyalakan dan membakar obat nyamuk ketengan, karena mereka menyadari bahwa Ki Penyakit (*Pendekar Nyamul Kecil Item) akan segera melakukan inspeksi yang sangat mendadak di kawasan pelacuran tersebut.
Lima menit kemudian, Ki Kentaki menyadari bahwa hawa dan aura daerah tersebut menjadi berbeda, angin kencang mendera, turun hujan salju (*PLIS DEH HUJAN SALJU Di GUNUNG ANTANG?? ), kadang-2 hujan uang, badai, petir dan segala hal yang berbau horror konyol lainnya. Itulah pertanda Ki Penyakit akan segera tiba, setelah seluruh penduduk kawasan pelacuran tersebut menutup pintu dan berdiam diri di rumah masing-masing, Ki Penyakit muncul nongkrong diatas tiang dekat jembatan sembari memegang poster bintang pelem porno miyabi.
Beliau lantas tertawa-tawa ngakak sehingga membuat badan kurus cekingnya yg mirip bintang pelem Doyok itu, bergoyang-goyang dan akhirnya karena kelalaian beliau, tiba-tiba ada kereta jawa-jakarta menyambar kakinya, sehingga yang bersangkutan terpelanting ke kamar mandi umum yang kebetulan berisi mertua perempuannya.
Menyikapi hal demikian, Ki Kentaki lantas kentut dan tertawa-tawa sembari melirik belahan dada wanita disana, menyimak, kejadian aneh bin ajaib, lucu bin kocak tersebut.
“Eh kampret, knapa ketawa.” Ujar Ki Penyakit sembari membersihkan sisa2 sabun dan shampoo mertuanya yang tadi mandi.
“Eh, nyuk, gmn gw gak ketawa, lo konyol banget jatohnya kayak pelem2,ketabrak kereta dsb, wkwkwkkwkwkwk,” sahut Ki Kentaki.
“Hm, sudah, qt kembali ke masalah serius.” Ujar Ki Penyakit berwibawa sembari benerin jenggotnya yang sepanjang kaki.
“Ok bro mo bahas apah?,” jawab Ki Kentaki sembari menyalakan rokoknya yang tadi dibeli ngeteng dan ngutang.
“Begini bro,” Ki Penyakit berdehem sejenak dan mengeluarkan rokok lintingannya dari kantongnya yang penuh dengan permen dan tisu bekas masturbasi.
“Mang kenape bro.” potong Ki Kentaki sambil siap-2 kentut.
 “Gini cuy, lo tw mitera????.” Sambung Ki Penyakit cuek sambil garuk-2 borok di jempolnya.
“Iya, mang kenapa?,” jawab Ki Kentaki santun dan cuek sambil buka androidnya liat poster telanjang bintang pelem porno idolanya.
“Gw mo melamar dia bro, mow gw jadiin isteri,” ujar Ki Penyakit kalem, sembari garuk-2 alat vitalnya karena keseringan “maen” di perumpung.
Sontak Ki Kentaki kaget bukan kepalang, menggeleng-geleng selalu kian kemari, kayak lagu uler naga panjangnya bukan kepalang.
“Lo serius?.” Tanya Ki Kentaki sambil elap ilernya dengan amplas.
“Yo’I bro,” jawab Ki Penyakit.
“Ywdh, gw sms sama WA org tuanya dulu ye, apakah die mau jadiin elo menantu,” pungkas Ki Kentaki sembari jongkok megang HP bajakannya yang dibeli di pasar gelap.
Sementara itu, Ki Penyakit, hanya tertawa-tawa sembari matanya melirik barisan janda Gunung Antang keluar mask kamar mandi umum yang berada di sampingnya.
*continue :p

No comments:

Post a Comment

DANGEROUS PERSONALITIES PART 3

The Paranoid Personality Dogmatis, Argumentatif, Rentan untuk Membenci. Manusia normal dapat melakukan penyesuaian dan menerima ide...