Pendekar kentut sakti yang biasa disingkat sebagai Ki Kentaki *lihat cerita pendekar kampret betina sebelumnya di blog ini), membuat janji melalui gojek, email, germo, calo, makelar dsb dengan pendekar nyamuk sakti yang disingkat Ki Penyakit (*Ki Pendekar Nyamuk Kecil dan Item).
Pertemuan mereka
diselenggarakan oleh EO yang sangat tidak kompeten dan tidka terkenal, serta
tidak jelas, di kawasan Gunung Antang, deket rel kereta, kawasan pelacuran yang
tidak jauh dengan lapangan urip dan kayumanis, di wilayah sekitar jatinegara
Jakarta Timur.
Sembari memakan sisa
tongseng-nya, pandangan mata Ki Kentaki menyapu seluruh wilayah gunung antang
tersebut. Mulai dari, anak-anak yg pada e’e, pipis, mbak-mbak yang pada mandi
di pemandian umum, hingga belahan dada janda pemilik warung yang biasa
diutangin Ki Kentaki.
Beberapa saat kemudian,
terlihat seluruh penduduk kawasan Gunung Antang tersebut berlarian kesana
kemari, hilir mudik, kalang kabut, demi untuk menyalakan dan membakar obat
nyamuk ketengan, karena mereka menyadari bahwa Ki Penyakit (*Pendekar Nyamul
Kecil Item) akan segera melakukan inspeksi yang sangat mendadak di kawasan
pelacuran tersebut.
Lima menit kemudian, Ki
Kentaki menyadari bahwa hawa dan aura daerah tersebut menjadi berbeda, angin
kencang mendera, turun hujan salju (*PLIS
DEH HUJAN SALJU Di GUNUNG ANTANG?? ), kadang-2 hujan uang, badai, petir dan
segala hal yang berbau horror konyol lainnya. Itulah pertanda Ki Penyakit akan segera tiba, setelah seluruh penduduk
kawasan pelacuran tersebut menutup pintu dan berdiam diri di rumah
masing-masing, Ki Penyakit muncul nongkrong diatas tiang dekat jembatan sembari
memegang poster bintang pelem porno miyabi.
Beliau lantas tertawa-tawa
ngakak sehingga membuat badan kurus cekingnya yg mirip bintang pelem Doyok itu,
bergoyang-goyang dan akhirnya karena kelalaian beliau, tiba-tiba ada kereta
jawa-jakarta menyambar kakinya, sehingga yang bersangkutan terpelanting ke
kamar mandi umum yang kebetulan berisi mertua perempuannya.
Menyikapi hal demikian, Ki
Kentaki lantas kentut dan tertawa-tawa sembari melirik belahan dada wanita
disana, menyimak, kejadian aneh bin ajaib, lucu bin kocak tersebut.
“Eh kampret, knapa ketawa.” Ujar Ki Penyakit
sembari membersihkan sisa2 sabun dan shampoo mertuanya yang tadi mandi.
“Eh, nyuk, gmn gw gak ketawa, lo konyol
banget jatohnya kayak pelem2,ketabrak kereta dsb, wkwkwkkwkwkwk,” sahut Ki
Kentaki.
“Hm, sudah, qt kembali ke masalah serius.”
Ujar Ki Penyakit berwibawa sembari benerin jenggotnya yang sepanjang kaki.
“Ok bro mo bahas apah?,” jawab Ki Kentaki
sembari menyalakan rokoknya yang tadi dibeli ngeteng dan ngutang.
“Begini bro,” Ki Penyakit berdehem sejenak
dan mengeluarkan rokok lintingannya dari kantongnya yang penuh dengan permen
dan tisu bekas masturbasi.
“Mang kenape bro.” potong Ki Kentaki sambil
siap-2 kentut.
“Gini
cuy, lo tw mitera????.” Sambung Ki Penyakit cuek sambil garuk-2 borok di
jempolnya.
“Iya, mang kenapa?,” jawab Ki Kentaki santun
dan cuek sambil buka androidnya liat poster telanjang bintang pelem porno
idolanya.
“Gw mo melamar dia bro, mow gw jadiin
isteri,” ujar Ki Penyakit kalem, sembari garuk-2 alat vitalnya karena
keseringan “maen” di perumpung.
Sontak Ki Kentaki kaget bukan kepalang,
menggeleng-geleng selalu kian kemari, kayak lagu uler naga panjangnya bukan
kepalang.
“Lo serius?.” Tanya Ki Kentaki sambil elap
ilernya dengan amplas.
“Yo’I bro,” jawab Ki Penyakit.
“Ywdh, gw sms sama WA org tuanya dulu ye,
apakah die mau jadiin elo menantu,” pungkas Ki Kentaki sembari jongkok megang
HP bajakannya yang dibeli di pasar gelap.
Sementara itu, Ki Penyakit, hanya
tertawa-tawa sembari matanya melirik barisan janda Gunung Antang keluar mask
kamar mandi umum yang berada di sampingnya.
*continue
:p
No comments:
Post a Comment