Sunday, 16 October 2011

FENOMENA YIN & YANG DALAM CYBER CRIME


Cybercrime atau kejahatan siber, merupakan konsekuensi mutlak dari kemunculan dunia maya bernama internet atau cyberspace. Sebagaimana adanya elemen air dan api, panas dan dingin, eksistensi dunia siber ini secara langsung melahirkan suatu perilaku baru. Interaksi sosial yang meminimalisir kehadiran secara fisik merupakan ciri utama dari revolusi teknologi informasi ini.

Sesuai dengan ungkapan kejahatan merupakan produk dari masyarakatnya sendiri (crime is a product of society itself), “habitat” baru ini dengan segala bentuk pola-pola interaksi yang ada di dalamnya, akan menghasilkan jenis-jenis kejahatan yang berbeda dengan kejahatan-kejahatan lain yang sebelumnya dikenal. Kejahatan-kejahatan ini berada dalam satu kelompok besar yang dikenal dengan istilah cyber crime.

Membicarakan jenis-jenis kejahatan siber, salah satu ahli hukum, Prof. Dr. H. Heru Soepraptomo, SH, SE, dalam salah satu makalahnya “Kejahatan Komputer dan Siber serta Antisipasi Pengaturan Pencegahannya di Indonesia” memberikan pembagian yang cukup menarik terhadap kejahatan jenis ini:
-      Penipuan komputer (computer fraud);
-      Perbuatan pidana penggelapan, pemalsuan;
-      Perbuatan pidana komunikasi;
-      Perbuatan pidana perusakan sistem komputer;
-      Perbuatan pidana yang berkaitan dengan hak milik intelektual, hak cipta, dan hak paten.

Prof Ronny Nitibaskara menyatakan Kejahatan siber (cyber crime) ini memiliki ciri-ciri khusus Non-violence (tanpa kekerasan), Sedikit melibatkan kontak fisik, Menggunakan peralatan (equipment) dan teknologi, dan Memanfaatkan jaringan telematika (telekomunikasi, media dan informatika) global. 

Korban cybercrime ini dapat menimpa siapa saja baik perseorangan hingga Negara. Sejarah mencatat telah terjadi banyak pembobolan website pribadi maupun pemerintah sejak “berdaulat”nya dunia maya ini. Pembobolan terhadap sistem komputer pertahanan suatu Negara pernah terjadi di Amerika Serikat. Jaringan komputer angkatan bersenjata Amerika Serikat, Pentagon, pernah dibobol remaja berusia 13 tahun asal Kroasia.
Bahkan, dinas rahasia Amerika Serikat (CIA) sempat dipermalukan dengan dijebolnya sistem pertahanan website.resmi mereka. Sehingga singkatan CIA diubah hacker menjadi Central Stupidity Agency. Sistem komputer komando pertahanan Amerika Utara (NORAD) yang mengawasi rudal-rudal Rusia dan mengarahkan sistem rudal dan pesawat-pesawat pembom Amerika Serikat-pun, pernah dijebol oleh hacker
Pembobolan yang bersifat pribadi dapat dilihat pada contoh sederhana, seperti banyaknya akun jejaring sosial facebook yang di-hack oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Penjebolan tersebut biasanya terjadi karena kelengahan si pengguna serta memanfaatkan info yang ada dalam akun tersebut.

Tindakan hacking akun pribadi tersebut dapat dilakukan bila pelaku mengetahui password email korban. Karena, dalam modus sederhana, pelaku dapat menyatakan lupa password, dan akan dituntun langkah-langkah mendapatkan akses dengan memanfaatkan email dan nomor telepon seluler korban, seandainya nomor telepon tersebut dicantumkan. Dengan memanfaatkan informasi tersebut, password baru akan dikirim ke email target. Email yang passwordnya telah diketahui pelaku. 

Terkadang pelaku mengirimkan “link” dengan suatu kalimat bombastis yang membuat orang yang melihatnya penasaran untuk meng-klik link tersebut. Saat diklik, maka kredensial (username dan password) korban berpindah ke pelaku. Pada tingkat tinggi penjebolan akun tersebut, pelaku memanfaatkan hacker tools untuk menjebol akun korban. Biasa diistilahkan “masuk dari belakang”.
Yin dan Yang dalam cybercrime
Sebagaimana halnya dalam kehidupan nyata, pada dunia siber juga terdapat unsur yin dan yang berkaitan dengan cyber crime. Inti dari simbol yin dan yang ini adalah merupakan kedua unsur yang berlawanan, yang saling melengkapi satu sama lain.
Keduanya terdapat dalam dunia luas tanpa batas bernama internet. Yin yang digambarkan berwarna hitam (kegelapan) dan elemen yang ditunjukkan berwana putih (lawan dari yin). 
Sehubungan dengan ilustrasi singkat diatas, sejak dahulu hingga sekarang, banyak sekali situs maupun grup diskusi di internet yang mengemukakan petunjuk atau cara-cara melakukan salah 1 jenis cybercrime yaitu hacking. Hal tersebut dapat dilihat pada situs:
  1.  http://hackerthedude.blogspot.com/2009/10/hacking-with-sub-7-hack-any-computer.html,
  2.  http://www.elite-hackers.com;
  3.  www.ilmu website.com/tutorial-hacking
  4. Dan seterusnya.

Secara sederhana, beberapa contoh situs diatas mengajarkan pengunjungnya melakukan kejahatan siber yaitu melakukan hack terhadap komputer seseorang. Dalam perumpamaan di dunia nyata, situs tersebut bagaikan rumah tempat kursus kejahatan. Dengan pemberitahuan berupa papan besar yang terpampang lebar di depannya, sehingga khalayak umum mengetahuinya.
 
Pada sisi lainnya, juga banyak sekali situs yang menyediakan tutorial pencegahan tindakan cybercrime berupa hacking. Tidak sedikit dari mereka, memberikan informasi cara melakukan hack sekaligus pencegahannya. Misalnya grup atau forum diskusi jasakom perjuangan maupun it center.
Kedua kenyataan diatas merupakan fenomena yin dan yang dalam dunia cybercrime. Pihak yang satu menyediakan petunjuk melakukan cybercrime khususnya hacking, pihak yang berlawanan menyediakan cara mencegah perbuatan meretas komputer itu sendiri.
Setiap sistem pengamanan, cepat atau lambat, akan menemukan lawannya. Tiap inovasi, melahirkan inovasi lain sebagai tandingannya. Kerjasama secara Nasional maupun Internasional (antar Negara) sangat diperlukan karena, bisa terjadi pelaku melakukan kejahatan di Negara yang berbeda dengan korban. Maka, setiap unsur harus saling melengkapi seperti yin dan yang untuk mengantisipasi dan menanggulangi cybercrime itu sendiri.


 



No comments:

Post a Comment

DANGEROUS PERSONALITIES PART 3

The Paranoid Personality Dogmatis, Argumentatif, Rentan untuk Membenci. Manusia normal dapat melakukan penyesuaian dan menerima ide...